Kekurangan Pesawat Dassault Rafale Perancis

Dassault Rafale pesawat buatan Perancis ini cukup moncer saat serangan Perancis ke Libya. Kabarnya, inilah satu-satunya pesawat tempur yang bisa menghindari sistem rudal S-200 milik Libya.

Secara keseluruhan, desain pesawat ini adalah yang paling manis di Eropa, terutama jika dibandingkan dengan Eurofighter Thypoon. Desain air intake dari Rafale tersembunyi sangat manis, bandingkan dengan Thypoon yang menganganga lebar.

Namun, ada satu yang cukup mengganggu, yaitu corong pengisian BBM (air refuelling probe) yang tidak dapat dilipat atau dimasukkan ke dalam body pesawat (non retractable probe) . Corong BBM tersebut cukup mengganggu visual.

Tentu saja corong tersebut mengganggu pandangan pilot di kokpit pesawat.

Beberapa literasi menyebut non retractable probe yang terpasang ‘tetap’ tersebut dapat menciptakan large blind spot pada cockpit view. Belum lagi ada anggapan non retractable probe akan menciptakan drag udara.

Pastinya ada pertimbangan sendiri dari desainer untuk meletakkan probe tetap nongol. Bisa jadi karena memang tidak ada ruang lagi di moncong pesawat. Pada bagian moncong hidung pesawat. Selain ada meriam juga ditanam dengan berbagai piranti perangkat radar.

Meski secara visual tampak cacat.Namun desain seperti ini ternyata lebih murah biaya perawatanya. Karena mudah bongkar pasangnya.

Sedangkan yang memakai moncong model retractable lebih mahal biaya perawatanya dan rawan macet.

Perancis sendiri menerapkan desain ini pada semua tipe jet tempur garis depan seperti Rafale, Mirage 2000 dan Mirage F1, mengusung model non retractable probe.

Baca Juga:  Paket Upgrade Tank MBT M60A3 Dari Leonardo

Nahh bagaimana menurut anda sob?

1 Komentar

Tinggalkan Balasan