Kemdikbud dan TNI Lancarkan Program “Tentara Masuk Sekolah”

Panglima TNI dan Mendikbud. Foto: Kemendikbud

Kegiatan “Tentara Masuk Sekolah” akan menjadi salah satu bentuk kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

“Kita tahu hampir setiap desa ada aparat Babinsa (Bintara Pembina Sekolah) dan setiap kecamatan ada Koramil (Komando Rayon Militer), ada personel-personel yang nanti kita bisa bikin program Tentara Masuk Sekolah,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta, Senin (4/12).

“Prajurit masuk sekolah akan melatih berbagai macam kegiatan di sekolah termasuk ekstrakurikuler, misalnya baris-berbaris, paskibra, dan seterusnya,” jelasnya.

Dikutip dari rilis Kemndikbud, Mendikbud dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo menandatangani Nota Kesepahaman tentang Perluasan dan Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan dan Kebudayaan.


Dalam nota kesepahaman itu, program PPK menjadi salah satu ruang lingkup kesepakatan kedua pihak.


Mendikbud mengatakan, kerja sama antara Kemendikbud dengan TNI sebenarnya sudah berlangsung lama dan berjalan dengan baik. Dalam nota kesepahaman kali ini, Kemendikbud menitikberatkan pada salah satu program unggulan, yakni PPK.

“Kita evaluasi kerja sama selama ini, kemudian kita membuat penyempurnaan-penyempurnaan dalam banyak hal, terutama terkait program Kemendikbud, yaitu program unggulan Penguatan Pendidikan Karakter,” tuturnya.

Di bidang kesenian, program PPK juga didukung oleh Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Pada 2017 Kemendikbud kembali memberikan kesempatan kepada seniman dan sekolah untuk bersinergi dalam melatih dan mempraktikkan seni budaya di sekolah.

Baca Juga:  Digi, Kampung Tanpa Negara di Perbatasan Indonesia dan Papua Nugini

GSMS 2017 diselenggarakan di 1.320 sekolah yang terdapat di 26 provinsi dengan jumlah peserta didik mencapai 26.400 orang.

Mendikbud berharap, masuknya seniman-seniman ke sekolah bisa menjadi metode belajar yang menyenangkan bagi siswa sekaligus menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter melalui seni dan budaya

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan