Kemenangan Bersejarah Taliban Atas Amerika Serikat di Afghanistan

Pada 15 Agustus sore, pejuang Taliban mengambil alih Istana Kepresidenan di ibukota Afghanistan Kabul tanpa menghadapi perlawanan apapun. Baik dari tentara pemerintah ataupun dari tentara asing seperti Amerika Serikat atau NATO>

Hanya beberapa jam sebelumnya, kelompok tersebut mengumumkan bahwa “Mujahidin” akan memasuki bagian-bagian tertentu dari Ibukota Kabul untuk “mencegah kekacauan dan pencurian” dan mengambil alih sejumlah pos terdepan yang ditinggalkan oleh polisi dan pasukan pemerintah.

Pejuang Taliban sekarang dilaporkan melepaskan rekan-rekan mereka dari penjara Direktorat Keamanan Nasional di Kabul.

Sedangkan aparat keamanan pemerintah, tentara dan polisi, banyak yang melarikan diri dan membuang semua seragam mereka di pinggir jalan.

Sebelumnya, Taliban mengklaim bahwa mereka tidak berencana untuk mengambil alih ibukota dengan paksa atau perang. Menyusul pelarian diri Presiden Ashraf Ghani, yang telah meninggalkan negara itu ke Tajikistan. Taliban bergerak cepat dengan memasuki kota pada dini hari untuk mencegah kepanikan warga dalam peralihan kekuasaan.

Situasi di Kabul dilaporkan tetap stabil tanpa kerusuhan atau penjarahan. Hanya di kawasan Bandara terdapat banyak warga baik penduduk lokal maupun asing yang ingin bisa segera terbang meninggalkan kota. Ribuan tentara AS berjuang untuk mengevakuasi diplomat dan warga Amerika. Taliban menjamin keamanan mereka selama proses evakuasi.

Menurut sejumlah sumber, Duta Besar AS Ross Wilson telah meninggalkan kota Kabul ke bandara dengan membawa bendera AS yang dikibarkan di atas kedutaan.

Baca Juga:  China Kirim 220 Kapal Milisi ke LCS, Filipina Panik, Indonesia Harus Waspada

Kemenangan Taliban ini dirayakan juga di luar Afghanistan. Di Gaza Palestina, banyak warga yang membagikan camilan manisan kepada pengguna jalan untuk merayakanya. Demikian juga di beberapa kota di Pakistan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan