Kenapa Hanya Negara Arab Islam Syiah Yang Mendukung Perjuangan Palestina Sekarang?

Roket Ayyash milik Hamas yang sama persis dengan roket Fajar buatan Iran

Konflik terbaru antara Palestina dan Israel saat ini tidak bisa dipungkiri menjadi bukti sahihnya dukungan Iran untuk perjuangan rakyat Palestina melawan Israel.

Kemajuan teknologi kelompok Hamas adalah berkat adanya transfer teknologi dari Iran. Roket-roket terbaru ditembakkan para pejuang Hamas adalah turunan dari roket-roket buatan Iran. Contoh roket terbaru Hamas, Ayyash-250 adalah fotokopi dari roket fajar milik Iran.

Selain roket, Hamas saat ini juga punya kemampuan teknologi dalam hal Drone, wahana terbang tanpa awak, dan sekali lagi teknologi yang digunakan adalah milik Iran. Drone Shehab milik Hamas sama persis dengan Drone Ababil-2 buatan Iran.

Ini yang membuat Israel semakin berang dengan musuh bebuyutanya itu. Negara Yahudi itu telah berkali-kali merengek ke Amerika Serikat untuk semakin berat menjatuhkan sanksi pada Iran karena terus mempersenjatai dan mendanai Hamas.

Selain Hamas, kelompok pejuang lain yang anti Israel adalah Hizbullah yang juga dekat dengan Iran dan mendapat bantuan dana dan senjata.

Dan jangan lupakan Suriah, satu-satunya negara Arab tetangga Israel yang tidak mau menekan perjanjian damai. Suriah juga tidak punya hubungan diplomatik resmi dengan musuhnya itu.

Secara ideologi, musuh-musuh Israel itu punya satu kesamaan, Yaitu Islam Syiah (Hizbullah, Iran dan Suriah), walaupun Hamas sendiri mengklaim diri sebagai Islam Sunni. Hamas juga menyerukan agar Arab Saudi dan Iran bersatu melawan Israel dengan melupakan perbedaan Sunni atau Syiah.

Baca Juga:  Berikan Amnesti, Taliban Janji Tidak Ada Balas Dendam

Ajakan Hamas itu membuahkan hasil, dilansir media al-watan, Iran dan Arab Saudi dilaporkan telah melakukan pembicaraan secara diam-diam.

“Kami berharap pembicaraan (antara Iran dan Arab Saudi) akan berhasil, dan kami berharap ini akan membantu menstabilkan Iran dan seluruh kawasan,” kata juru bicara Hamas seperti dikutip dari Newsweek (11/05/2021).

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan