Kepala Militer Amerika: Invasi Darat Adalah Jalan Terbaik Menyerang Korea Utara

Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat , Laksamana Muda Michael Dumont mangatakan, satu-satunya cara menghancurkan semua komponen program senjata nuklir Korea Utara adalah melalui invasi darat dalam suratnya kepada anggota Kongres AS, Ted Lieu.

“Satu-satunya cara untuk ‘menemukan dan menghancurkan secara pasti semua komponen program senjata nuklir Korea Utara’ adalah melalui invasi darat,” tulis Dumont saat menjawab pertanyaan Ted Lieu mengenai potensi konflik Korut.

Potensi korban yang muncul akibat invasi ini, lanjut Dumont, amat tergantung pada intensitas serangan balik Korut terhadap ibu kota Korea Selatan, Seoul, yang berjarak 35 kilometer dari perbatasan. Faktor lainnya adalah seberapa jauh peringatan siaga yang didapat AS dan sekutu-sekutunya.

Menurut Dumont, bantuan serangan dari tembakan artileri dan gempuran udara ke Korut amat mungkin membantu mengurangi jumlah korban.


Risiko yang dihadapi AS dan sekutu-sekutunya adalah kemungkinan digunakannya senjata biologi dan senjata kimia oleh Korut. Meski ada konvensi internasional yang melarang penggunaan senjata tersebut, Korut tidak pernah menandatanganinya.

“Kemungkinan mereka (Korut) menyimpan cadangan (senjata kimia),” sebut Dumont dalam suratnya.

Risiko berikutnya adalah serangan nuklir Korut ketika pasukan AS mencoba melumpuhkan “fasilitas-fasilitas yang jauh tertanam di bawah tanah”.

“Taklimat rahasia adalah jalur terbaik untuk diskusi lebih lanjut,” tulis Dumont.

Bagaimanapun, tegas pria yang memberikan nasihat secara langsung kepada Presiden AS Donald Trump mengenai urusan militer itu, pihaknya mendukung solusi diplomasi dan ekonomi sebelum aksi militer ditempuh.

Baca Juga:  Sukhoi Su-25 Kaki Kodok Dapat Upgrade Sistem Proteksi Vitebsk

Pemaparan Dumont dibacakan Ted Lieu di hadapan belasan purnawirawan yang menjadi anggota Kongres. Dalam pidatonya, Lieu mengatakan pemaparan tersebut “sangat merisaukan” seraya mewanti-wanti bahwa menyerang Korut “bisa menimbulkan ratusan, ribuan, hingga jutaan korban tewas hanya dalam beberapa hari pertama pertempuran”.


“Kajian itu menggarisbawahi yang kita ketahui sejak lama: tiada opsi militer yang bagus untuk Korea Utara.”

Surat Dumont dirilis di tengah kunjungan Donald Trump ke Asia. Dalam rangkaian lawatan tersebut, Korut tampaknya akan menjadi topik pembahasan utama. Sebagai gambaran, Trump pernah menyatakan bahwa jika dia dihadapkan pada pilihan membela AS atau sekutu-sekutunya, dia “tidak punya pilihan selain menghancurkan Korea Utara”.

“Presiden perlu menghentikan melontarkan pernyataan-pernyataan provokatif yang mematikan opsi diplomasi dan menempatkan pasukan Amerika ke dalam risiko yang lebih dalam,” kata Lieu.

Sumber: BBC

Advertisements

2 Komentar

  1. Serang darat yang dibutuhkan USA yang paling efektiv jika memulai usaha itu, kalau serang ini dimulai dari angkatan udara maka akan disalvo banyak rudal KORUT dan korut sudah mempersiapkan bara api bagi angkatan udara USA maka tentu saja USA harus membuka melalui serang dari laut yaitu kapal induk sekutu hal ini juga sangat berguna memancing armada kapal perang dan kapal selam KORUT yang jarang terdeteksi akhir- akhir ini.

    Tapi harus diingat jika yang memulai perang ini USA dan sekutunya maka CHINA dan RUSIA tak segan memasuki arena pertarungan USA vs KORUT karena perjanjian itu sangat dipatuhi mereka, jadi kemungkinan serangan UDARA sangat buruk sekali bagi USA.

    mengingat KORUT sendiri dalam perangnya maka agresi KORUT menyerang KORSEL adalah diluar akal sehat kecuali sang diktator maunya cepat mati konyol walaupun memiliki puluhan hulu ledak nuklir saya sangat yakin tak akan pernah terlaksanakan walau kondisi mendesak sekalipun terjadi.

    yang menjadi kekuatan USA sebenarnya JEPANG, dalam memainkan peranan dalam perang ini memiliki Dwi Fungsi disana, fungsi pertama yang terjadi jika perang maka JEPANG dan Armada Inggris dipasifik akan menghentikan laju armada kekuatan laut RUSIA dan CHINA bersama AUSTRALIA dan Selandia Baru selain itu jepang juga bertekad untuk mencaplok kembali pulau mereka yang dikuasai RUSIA hal ini jepang patut mengerahkan semua kekuatannya walau dengan resiko konfrontasi secara terbuka dengan CHINA dan RUSIA di segala arah, jepang akan berhati-hati dalam hal ini.

    Fungsi keduanya, Jepang akan menjadi penengah antara Blok Korut dan USA, akan terjadi chaos ketika serang memasuki berminggu- minggu dan berbulan panjang tanpa kesudahan, maka saat itulah jepang akan memainkan peran sebagai penengah dikonflik ini, strategi ini akan dipatuhi karena jepang bisa diterima di RUSIA dan akan terjadi perundingan alot tetapi saat itu tidak ada lagi perang.

    perang KOREA ini adalah perang kekuatan BLOK timur dan CHINA vs Blok Barat dan Pasifik jadi ini dikategorikan perang dunia. walau pemainnya tak semua akan ikut campur tangan langsung tetapi andilnya (negara Sekutu) dalam perang akan terlihat sekali dalam hal Dukungan keputusan.

    posisi RI pastinya akan ikut memanas juga, karena bagaimanapun rasa simpatik RI ke RUSIA yang menjadi faktor itu dan RI siap akan bantuannya.

    • masalahnya Ibukota Seoul Korsel itu hanya berjarak 45KM dari perbatasan, penduduk 50juta jiwa, jika dihujani meriam howtizer saja sudah rata dengan tanah.

      Korsel mungkin menang, tapi Ibukotanya rata dengan tanah

Tinggalkan Balasan