Ketinggalan Zaman, Malaysia Butuh Helikopter Anti Kapal Selam

Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) harus dilengkapi dengan helikopter canggih, termasuk yang memiliki teknologi anti-kapal selam untuk memastikan keamanan perairan negara dalam kondisi terbaik.

Panglima Armada Barat Laksamana Madya Datuk Mohamad Adib Abdul Samad mengatakan hal itu wajar diberi perhatian karena kapal serta kapal selam negara asing menggunakan teknologi terkini serta canggih sehingga TLDM membutuhkan peralatan yang hebat untuk dapat memantau dari udara.

Selain itu, katanya penambahan aset helikopter itu juga perlu karena TLDM saat ini hanya memiliki 12 helikopter jenis Super Lynx 300 Mk.100 dan AS 555SN Fennec yang dipandang belum mencukupi untuk mengontrol perairan negara yang luas termasuk perairan Sabah dan Serawak.

“Kita dapat melihat Laut China Selatan dan wilayah lainnya, banyak negara telah dilengkapi dengan kapal selam dan kita membutuhkan kemampuan helikopter yang memiliki teknologi anti-kapal selam untuk melacak keberadaan mereka.

“Kita belum memiliki helikopter anti-kapal selam (terbaru) dan berharap pemerintah dapat menyediakan anggaran pembelian enam helikopter anti-kapal selam pada Rancangan Malaysia ke-12 nanti,” katanya setelah acara Pengakuan Sukses 10.000 Jam Penerbangan helikopter Super Lynx 300 Mk 100.

Upacara diadakan untuk merayakan keberhasilan helikopter jenis Super Lynx Angkatan Laut Malaysia yang berhasil mencapai total kumulatif 10.000 jam terbang pada 31 Agustus bulan lalu.

Sementara itu, Mohamad Adib mengatakan TLDM tidak hanya secara efisien memobilisasi aset di laut, tetapi juga unggul dalam menangani aset udara dalam menjamin keamanan perairan laut negara itu.

Baca Juga:  Ada 2 Presiden di Venezuela, Militer Tegaskan Tolak Presiden Boneka Amerika Serikat

Dia mengatakan ini dibuktikan dengan pencapaian Skuadron 501 di bawah Angkatan Udara Tentera Laut Diraja Malaysia yang mengelola enam helikopter Super Lynx 300 Mk 100 tanpa kecelakaan sejak mulai beroperasi pada tahun 2003.


“Mungkin publik hanya tahu TLDM hanya dilengkapi dengan kapal perang tetapi sebenarnya kami memiliki sarana udara yang bisa diandalkan.

“Kemampuan pilot dan awak pesawat selalu pada tingkat tertinggi untuk memastikan keamanan aman dan kami memiliki kru teknis dan insinyur yang terlatih untuk memperbaiki ketika helikopter rusak,” katanya. (Naura Putri Salshabilla)


Sumber: sinarharian.com.my

2 Komentar

Tinggalkan Balasan