Keunggulan Bom P-100L dan P-250L Produksi PT. Dahana Yang Baru Saja Meraih Sertifikat PUSLAIK

Setelah sekian lama berusaha, akhirnya Bom P-100L dan Bom P-250L mendapatkan Type Certificate dari Pusat Kelaikan (PUSLAIK) Kementerian Pertahanan RI. Penyerahan Type Certificate dilaksanakan di PUSLAIK Baranahan Kemhan.

“Dengan adanya sertifikat PUSLAIK diharapkan user atau calon pembeli akan lebih percaya pada produk Dahana, terutama bom P-100L dan P-250L. Dokumen ini dapat juuga sebagai dokumen penjamin untuk berjualan di luar negeri,” ujar Yusep Nugraha R, GM Divisi Minyak & Gas PT DAHANA (Persero) dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (31/7).

Menurutnya, proses yang dilalui oleh DAHANA begitu panjang dan kompleks hingga diterbitkannya Type Certificate. Proses dimulai sejak membuat desain bersama PT Sari Bahari dan Dislitbang AU, uji statis, uji dinamis, kemudian penerbitan sertifikat kelaikan oleh Dislitbang AU. Proses kemudian berlanjut dengan pengecekan casing, proses produksi, dokumen dan lainnya oleh PUSLAIK KEMHAN.

Bom pengembangan dari tipe P-100L ini diperuntukkan bagi pesawat tempur Sukhoi yang dimiliki oleh TNI AU. Bom ini menjadi pilihan karena spesifikasinya yang telah memenuhi standar pesawat NATO dan Rusia. Selain itu, Bom P-100L dan Bom P-250L termasuk dalam jenis bom High Drags General Purpose (HDGP) yang memiliki kemampuan untuk meledak dan efek pecahannya dapat digunakan untuk menghancurkan bangunan dan fondasi bunker, juga dapat menghancurkan benda hidup di area yang luas.

Baca Juga:  Empat Pesawat Tempur F16 Hibah Dari Amerika Tiba di Lanud Iswahjudi

“Kelebihan lainnya, bom ini mudah dalam perawatan dan penyimpanan di gudang. Penggunaan jenis bom ini terbilang efisien karena tidak menggunakan bahan peledak untuk melepaskan bom dari bomb rack (impulse cartridge). Dengan terbitnya Type Certificate, DAHANA diharapkan menjadi lebih mudah dalam pemasarannya karena mendapat kepercayaan dari konsumen,” jelasnya.

Selain itu, rasa syukur turut disampaikan oleh perwakilan PT Sari Bahari yang mencetak casing dari kedua bom tersebut dan ikut terlibat pada setiap proses pengujian.

“Akhirnya, setelah proses sekian lama, kita mendapatkan Type Certificate ini,” ungkap Putra Egam, General Manager PT Sari Bahari.

Turut hadir dalam penyerahan Type Certificate Bom P-100L dan Bomb P-250L, Kepala PUSLAIK Baranahan Kemhan Laksamana Pertama (TNI) Teguh Sugiono, SE, MM., General Manager Divisi Migas PT DAHANA (Persero) Yusep Nugraha, dan Putra Egam General Manager PT Sari Bahari.

Sumber: bumntrack.com

6 Komentar

  1. ini type bom tandan pisang paling cocok ngebom malon…karna dia engak sadar bahwa itu bom dikira itu malah pisang sak tandan tandanya…tingal cet kuning lagi aja tuh bom…!!!

  2. kan bisa dilihat dari kontur fisiknya…engak ada nya wing dan antena …bagai mana mau diarahkan….!!!
    bom pintar buatan tempatan mungkin masih dirahasiakan atau mungkin juga masih sebatas prototype…itu dah dari 3-4th lalu…!!!

  3. sdh lumayan disyukuri kemajuan yg dimulai dr langkah 1 tidak ada yg lompat, berdikari tidak tergantung dr belas kasih dan kepentingan orang / negara lain. Bravo RI

    • sip bang dul…karna tidak ada juga negara lain akan berbelas kasih pada kita…mereka semua memperjuangkan kepentingan negaranya masing masing….contoh jepang….sekarang korsel…kita harus benar benar memanfaatkan keja sama dengan sebaik baiknya dan mengoptimalkan segala nya…jadikan hubungan masa lampau jepang indonesia sebagai pelajaran….puluhan tahun kita masih belum bisa buat mobnas apa motnas(motor nasional)….!!!

Tinggalkan Balasan ke fackaizoo Batalkan balasan