Kim Jong Un Tangkap Dua Jenderal Setelah Inspeksi Mendadak

Dua pejabat tinggi militer dari Biro Politik Jenderal Korea Utara mendapat hukuman dari rezim Kim Jong Un setelah dalam inspeksi mendadak ditemukan melakukan tindakan yang tidak senonoh.

Pejabat Partai Demokrat Korsel, Kim Byung Kee mengatakan, Pyongyang menggelar inspeksi mendadak terhadap Biro Politik Jenderal. Inspeksi tersebut dipimpin langsung oleh Choe Ryong Hae, Wakil Ketua Komite Pusat Partai Buruh.

“Inspeksi ini merupakan yang pertama kali dalam 20 tahun terakhir,” kata Byung Kee seperti dilansir Yonhap pada Senin (20/11/2017)

Ryong Hae memerintahkan menghukum Ketua Biro Politik Jenderal, Hwang Pyong So dan wakilnya, Kim Wong Hong.
Mereka dihukum karena dianggap menampilkan “perilaku kotor”.


Yonhap memaparkan, tidak jelas perilaku apa yang membuat dua pejabat penting tersebut dihukum.
Namun, banyak kalangan menduga hal itu berkaitan dengan usaha rezim Kim Jong Un dalam “memperketat kontrol tentang informasi dari luar”.

“Saat ini, kami terus memperhatikan situasi di sana. Termasuk, apa jenis hukumannya,” beber Byung Kee.
Biro Politik Jenderal adalah biro miluter paling berpengaruh di Korut.

Sebab, mereka memiliki kewenangan untuk mengatur pengerahan personel di berbagai pos krusial, di antaranya Kementerian Angkatan Bersenjata Rakyat.

Yang menarik, biro ini dulunya dipimpin oleh Choe Ryong Hae sebelum digantikan oleh Hwang Pyong So.


Di tengah memanasnya hubungan dua negara bangsa korea tersebut. Kim Jong Un sebagai pemimpin tertinggi terus melakukan aksi pembersihan terutama setelah kasus pembelotan seorang pasukan penjaga perbatasan. Di lingkaran tertinggi dia juga terus memastikan loyalitas para jenderal untuk dirinya.

Baca Juga:  Korea Selatan Kembangkan Frankenmisssile Untuk Hadapi Tetangganya

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan