Kiprah Tank T-72 di Irak, From Hero to Zero

Tank T-72 pernah berjaya digunakan militer Irak dalam perang Iran-Irak tahun 1980 hingga 1988.

Kehebatanya benar-benar menjadi cerita hebat. Salah satunya dalam Battle of Qasr-e Shirin. Dalam pertempuran tersebut tank T-72 benar benar sukses memukul tank Chieftain milik Iran, selain itu tank model M48 Patton, M47 Patton dan M60 Patton punya Iran pun mengalami nasib yang sama ketika bentrok dengan T-72 Irak.

Selain itu dalam Battle of Basra, T-72M dan T-72M1 Irak pun sukses besar di tahap akhir akhir perang. Selama 8 tahun perang, Irak hanya mengalami kehilangan 60 unit tank T-72 saja, jumlah yang sangat minimalis ditengah tengah bentrok dasyat antara dua negara besar di Teluk Arab tersebut.

Pada tahun 1989, Irak melakukan produksi lokal tank T-72 yang diberi nama Lion of Babylon atau Asad Babil, tank ini memiliki desain berbasis dari T-72M1 dengan pertahanannya difokuskan untuk melawan serangan TOW dan Hellfire.

Bencana T-72 Irak dimulai pertama kali di Battle of 73 Easting pada 26 Februari 1991 yang merupakan bagian dari Persian Gulf War, Korps Lapis Baja Amerika Serikat yang di isi oleh M1A1 Abrams bersama Bradley “Menabrak” pasukan lapis baja Garda Republik Irak yang berisi T-72M dan BMP.

Dalam kejadian itu 37 unit kendaraan lapis baja Irak mengalami kehancuran, sementara pasukan Amerika Serikat hanya kehilangan 1 unit Bradley saja. Total selama Operasi Badai Gurun/Gulf War tahun 1990-1991, ada 150 unit tank T-72 Irak hilang total, tercatat hanya ada 6 unit M1A1 Abrams yang terkena tembak T-72 dan semua unit Abrams hanya mengalami kerusakan eksternal saja dan dapat beroprasi seperti biasa.

Baca Juga:  Duel Jet Tempur Amerika dan Sovyet Hampir Picu Perang Dunia III

Diketahui T-72 Irak menggunakan peluru 125mm 3BM-9 APFSDS yang memiliki jangkauan efektifnya 1.800 m, sebaliknya peluru M1A1 Abrams adalah 120mm DU (Uranium) APFSDS yang memiliki jarak tembak efektif 3.000 m.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan