Kisah Evakuasi Dramatis dari Kamboja, Cari Selamat Dari Terkaman Khmer Merah

Pada 3 Maret 1975 Amphibious Ready Group Alpha (Kelompok Tugas 76.4), dan Unit Amfibi Laut 31 (Kelompok Tugas 79,4) mulai menempati lokasi yang ditunjuk di luar Kampong Som di Teluk Thailand, pasukan tersebut terdiri dari:

Task Group 76.4 (Movement Transport Group Alpha) USS Okinawa membawa kesatuan HMH-462 terdiri dari armada helikopter sebanyak 14 CH-53, 3 CH-46, 4 AH-1J, dan 2 UH-1E
USS Vancouver
USS Thomaston

Kapal-kapal escort yang siap memberi dukungan tembakan pengawalan, dan pertahanan wilayah:

USS Edson
USS Henry B. Wilson
USS Knox
USS Kirk

Pada 17 Maret, Kepala Staf Gabungan, khawatir bahwa satu skuadron helikopter Marinir tidak cukup untuk evakuasi, memerintahkan agar USS Hancock menurunkan semua armada pesawat sayap tetapnya dan segera berlayar ke Pearl Harbor. Pada 26 Maret Helikopter Pengangkut dari HMH-463 yang terdiri dari helikopter 25 CH-53, CH-46, AH-1J dan UH-1E memulai hinggap USS Hancock dan melanjutkan pelayaran ke Subic Bay.

Setelah mengambil lebih banyak helikopter di Subic Bay, USS Hancock untuk sementara ditugaskan ke Amphibious Ready Group Bravo, yang ada di lepas pantai Vung Tau, Vietnam Selatan, tetapi pada 11 April ia bergabung dengan Amphibious Ready Group Alpha di Teluk Thailand. Kontingen evakuasi laut terdiri dari satu tim pendarat batalyon, Batalion ke-2, Marinir ke-4 (2/4).

Dikarenakan Khmer Merah tidak memiliki angkatan udara dan hanya memiliki kemampuan anti-pesawat yang terbatas, sehingga air cover dari angkatan laut tidak diperlukan, tetapi evakuasi akan didukung oleh pesawat-pesawat USAF yang berbasis di Thailand. Diduga Khmer Merah mungkin memiliki rudal anti pesawat SA-7 yang dapat diluncurkan dari bahu maka helikopter yang digunakan untuk evakuasi diberi cat yang mengurangi deteksi infra merah dan dilengkapi dengan dispenser suar ALE-29.

Proses Evakuasi

Pada sore hari tanggal 11 April 1975, MAU ke-31 menerima perintah untuk melaksanakan Operasi Eagle Pull. Pada pukul 06:00 12 April, 12 CH-53s dari HMH-462 diluncurkan dari dek USS Okinawa dan kemudian dengan Interval 10 menit turun lagi untuk membawa
marinir mereka. Unsur-unsur kompi F dan H, dan grup komando evakuasi mulai berangkat dari USS Okinawa sementara unsur-unsur kompi G menaiki helikopter mereka di USS Vancouver, memberikan total pasukan keamanan darat yang dikerahkan sebanyak 360 Marinir. Ketika helikopter selesai memuat mereka membentuk kelompok-kelompok masing-masing tiga helikopter.


Pukul 07.30 Duta Besar memberi tahu Kepala Negara Kamboja, Perdana Menteri Long Boret (yang baru saja pulang dari kunjungan di Indonesia), dan para pemimpin Kamboja lainnya termasuk Pangeran Sisowath Sirik Matak, bahwa personel AS akan secara resmi meninggalkan negara itu dalam beberapa jam ke depan dan bertanya apakah ada diantara mereka yang ingin ikut dievakuasi, jika ada yang ingin di evakuasi mereka harus berada di kedutaan pada pukul 09:30.

Semua menolak kecuali Saukham Khoy, penerus Lon Nol sebagai Presiden Republik Khmer, yang pergi tanpa memberitahu rekan-rekan pemimpin lainnya. Pangeran Sirik Matak, mantan Perdana Menteri dan tokoh utama di belakang pembentukan Republik Khmer menolak tawaran evakuasi dan mengatakan kepada Duta Besar Dean bahwa “Saya telah melakukan kesalahan ini karena mempercayai Anda, orang Amerika.”

Baca Juga:  Berita Foto: Flying Test Sukhoi T-50 PAKFA dengan mesin baru
Sirik Matak, tak mau dievakuasi oleh Militer Amerika. Dia pun akhirnya tewas dieksekusi pasukan Khmer Merah.

Saat-saat kritis ini merupakan masa-masa yang paling tragis dalam kehidupan Duta Besar Dean, yang akan terus diingat hingga masa tuanya. Dalam kenangannya kemudian, Dubes Dean merasa gagal dalam menjalankan tugasnya di Kamboja dan dalam upaya mengevakuasi sebanyak mungkin orang Kamboja dari petaka. Namun para pengamat menilai bahwa Dean dalam menjalankan tugasnya tidak pernah mendapatkan cukup dukungan dari Presiden Nixon dan Kissinger, yang ingin agar Amerika segera angkat kaki dari Indochina.

Kembali ke jalannya evakuasi, 10 orang dari komando evakuasi melanjutkan untuk mengendarai kendaraan ke LZ Hotel, dan dengan sengaja merusak kendaraan mereka untuk memblokir akses kendaraan dari setiap bagian kota, selain dari jalan dari Kedutaan menuju LZ. Kelompok komando kemudian melanjutkan untuk melakukan kontak dengan King Bird, pesawat HC-130 yang mengorbit dari 56th Aerospace Rescue and Recovery Squadron, yang akan mengontrol proses pendaratan helikopter.

Pada 07:43 kelompok helikopter pertama melintasi garis pantai Kamboja dan sekitar satu jam kemudian, setelah melintasi 160 kilometer (99 mil) dari wilayah penuh musuh, gelombang awal helicopter evakuasi mendarat di LZ Hotel dan Marinir dengan cepat membentuk garis pertahanan. Kerumunan besar orang Kamboja segera berkumpul, mereka lebih sekedar ingin tahu daripada ingin ikut campur, beberapa bersorak dan melambai-lambaikan tangan, seolah mereka tidak menyadari malapetaka apa yang akan mereka alami kemudian. Kebanyakan dari warga Kamboja umumnya berpikir dan berharap bahwa dengan kemenangan Khmer Merah, mereka akan dapat kembali ke kehidupan normal.

Setelah membangun pertahanan perimeter, marinir memulai menghalangi kerumunan massa yang mendekat untuk menjaga LZ tetap aman dan kemudian mulai memindahkan kelompok-kelompok pengungsi ke helikopter CH-53 yang menunggu. Karena LZ Hotel hanya dapat menampung tiga CH-53 setiap saat, penerbangan yang tiba setelah armada pertama harus didaratkan di Point Oscar, sekitar 50 kilometer (31 mil) selatan Phnom Penh sampai dipanggil kembali oleh “King Bird”. Evakuasi berjalan dengan lancar meskipun jumlah pengungsi secara substansial kurang dari yang diperkirakan.

Perkiraan terakhir menunjukkan akan ada 590 pengungsi, 146 warga negara AS dan 444 warga Kamboja dan warga negara lain. HMH-462 kemudian hanya mengevakuasi 84 warga negara AS dan 205 warga Kamboja dan warga negara lainnya.

Pada 09:45, Kedutaan Besar AS di kamboja ditutup, Dubes John Gunther Dean pergi dievakuasi dengan membawa bungkusan plastik yang berisi bendera Amerika yang dikibarkan di kedubes. Kemudian tidak akan ada lagi hubungan diplomatik antara AS dan Kamboja sampai hubungan dibuka kembali pada 11 November 1991. Pada pukul 10:41 semua pengungsi termasuk Duta Besar Dean dan Presiden Saukham Khoy telah diangkut oleh helikopter dari HMH-462. Helikopter HMH-463 yang beroperasi dari USS Hancock kemudian mulai mendarat untuk mengekstraksi pasukan keamanan darat.

Dubes John Gunther Dean pergi dievakuasi dengan membawa bungkusan plastik yang berisi bendera Amerika

Satu jam kemudian, sekitar pukul 10:50, tembakan roket 107 mm mulai berjatuhan di sekitar LZ Hotel. Kurang dari 10 menit kemudian, LZ juga menerima tembakan mortir 82 mm. Segera setelah tembakan Khmer Merah dimulai, para pengendali udara di zona itu memberi tahu Pengendali Udara Angkatan Udara (FAC) yang terbang diatas dari Skuadron Dukungan Udara Taktis 23d, yang menggunakan pesawat OV-10 Bronco. Bronco FAC ini segera terbang rendah melewati tepi timur Mekong, tetapi tidak bisa melihat asal tembakan artileri musuh di wilayah itu.

Baca Juga:  AD Malaysia Akan Terima 6 Helikopter Serang Ringan MD530G Tahun Ini

Pada 10:59, elemen terakhir dari Batalion ke-2 Marinir ke-4 meninggalkan zona tersebut dan helikopter mariner terakhir mendarat di USS Okinawa pada pukul 12:15. Pada pukul 11:15, dua Heli Super Jolly Green Giants HH-53 USAF, dari 40th Aerospace Rescue and Recovery Squadron, sesuai jadwal, mengekstraksi Tim Komando evakuasi Eagle Pull. Tembakan senjata api ringan selama proses ekstraksi akhir hanya menyebabkan kerusakan minimal pesawat pada pertama, tapi peluru senapan mesin 12,7 milimeter (0,50 inci) menghantam rotor ekor helikopter kedua saat terbang keluar dari zona itu. Meskipun helikopter mengalami getaran berat selama terbang, namun akhirnya berhasil kembali ke Pangkalan Udara Ubon di Thailand. Pada 14:50 sebuah CH-53 dari HMH-462 diluncurkan dari USS Okinawa untuk membawa Duta Besar Dean ke Pangkalan Udara U-Tapao di Thailand.

Pada 13 April, para pengungsi diterbangkan ke Pangkalan Udara U-Tapao di Thailand dengan helikopter HMH-462 dan Amphibious Ready Group Alpha melanjutkan pelayaran ke Laut Cina Selatan untuk bertemu dengan Satuan Tugas 76 dan bersiap untuk melaksanakan Operasi Frequent Wind, yakni operasi evakuasi dari Saigon.

Aftermath

Henry Kissinger mencatat dalam memoarnya tentang Perang Vietnam bahwa Administrasi Ford tercengang dan merasa malu oleh fakta bahwa pejabat tinggi Kamboja menolak meninggalkan negara itu. Mereka ini, termasuk Perdana menteri Long Boret dan Lon Non, saudara Perdana Menteri, keduanya sebelumnya telah ada dalam daftar target eksekusi Khmer Merah.

Pada 17 April 1975, Khmer Merah memasuki Phnom Penh dan mengakhiri Perang Sipil Kamboja. Long Boret, Lon Non dan pejabat tinggi lainnya dari Pemerintah Republik Khmer dieksekusi di Cercle Sportif, sementara pasukan FANK di kota dilucuti, dibawa ke Stadion Olympic dan dieksekusi.

Begitu memasuki kota, anggota Khmer Merah langaung menembak membabi buta, mereka langsung meneror kota dan memerintahkan warga kota untuk keluar dari rumahnya.

Kemudian tidak lama setelah menguasai kota, Khmer Merah memerintahkan semua warga Phnom Penh untuk meninggalkan kota dibawah ancaman senjata menuju ke kawasan pedesaan.

Kamboja memasuki masa kegelapan dimana dalam prosesnya 2 juta orang (sekitar 1 dari 4 orang populasi kamboja saat itu) akan meninggal dunia karena aksi brutal Khmer Merah.

Untuk Batalyon ke-2 Marinir ke-4 dan Amfibi Group Ready Alpha, Operasi Eagle Pull berfungsi sebagai gladi resik skala kecil untuk Operasi Frequent Wind yang lebih kompleks 17 hari kemudian di Saigon. Operasi Eagle Pull kemudian memang ditakdirkan untuk menjadi momen yang terlupakan ditutupi oleh liputan hingar bingar proses evakuasi di Saigon yang ikonik kurang lebih 2 minggu setelah evakuasi di Phnom Penh

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Operation_Eagle_Pull

https://www.mca-marines.org/gazette/1976/05/operation-eagle-pull


https://thediplomat.com/2015/04/remembering-the-fall-of-phnom-penh/

http://www.nydailynews.com/news/world/u-s-abandoned-cambodia-1975-pullout-ex-ambassador-article-1.2180529

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan