Kisah Jenderal Gatot Nurmantyo Nekad Ikut Latihan Kopassus Di Usia 55 Tahun

Demi mewujudkan impian almarhumah Ibunya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo rela mengikuti dan menempuh latihan dasar Kopassus layaknya prajurit biasa.

Gatot lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 13 Maret 1960. Tapi sejatinya ayahnya berasal dari Solo dan ibunya dari Cilacap. Gatot dibesarkan dari keluarga yang berlatar militer pejuang sangat kental. Ayah Gatot, bernama Suwantyo, seorang pejuang kemerdekaan yang pernah menjadi Tentara Pelajar. Di masa perang kemerdekaan ayahnya bertugas di bawah komando Jenderal Gatot Subroto. Dari nama tokoh militer kharismatik itulah, ayahnya kemudian memberi nama anaknya “Gatot”.

Ayah Gatot pensiun dengan pangkat terakhir Letnal Kolonel Infanteri dan tugas terakhir sebagai Kepala Kesehatan Jasmani di Kodam XIII/Merdeka, Sulawesi Utara. Sedangkan ibunda Gatot, anak seorang Kepala Pertamina di Cilacap, memiliki tiga orang kakak kandung yang mengabdi sebagai prajurit TNI AD, TNI-AL dan TNI-AU.

Karena anak tentara, sejak kecil Gatot hidup berpindah-pindah. Setelah dari Tegal, ia pindah ke.Cimahi, Jawa Barat, hingga kelas 1 Sekolah Dasar. Setelah itu ia pindah Cilacap sampai kelas 2 SMP. Lalu ia pindah ke Solo hingga tamat SMA.

Sebenarnya Gatot ingin menjadi arsitek. Makanya ia mendaftar ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Tapi mengetahui anaknya mau masuk l UGM, ibundanya berpesan: “Ayahmu hanya seorang pensiunan. Kalau  kamu masuk UGM, maka adik-adikmu bisa tidak sekolah.”

Mendengar hal tersebut, Gatot berubah haluan. Diam-diam dia berangkat ke Semarang, mendaftar Akabri melalui Kodam Diponegoro. Sekembalinya dari Semarang, ia memberitahu ibunya bahwa ia sudah mendaftar ke Akabri. Ibunya langsung mengizinkan dengan pesan, “Jika kamu menjadi tentara, kamu harus menjadi anggota RPKAD.”

Menurut Gatot, ibunya terobsesi anaknya menjadi anggota RPKAD karena rumah orang tua ibunya dekat dengan markas RPKAD di Cilacap.

Setelah lulus Akabri 1982, Gatot berusaha masuk menjadi anggota Kopassus (nama baru RPKAD). Tapi dalam usaha pertama ia tidak diterima. Pada kesempatan berikutnya, setelah berpangkat Kapten, saat bertugas di Pusat Latihan Tempur di Baturaja, Sumsel, ia kembali mendaftar masuk Kopassus. Kembali tidak diterima.

Sebenarnya kesempatan tersebut sudah habis. Tapi Gatot tidak pernah menyerah. Ia terus berdoa kepada Allah SWT agar suatu hari bisa diterima menjadi prajurit Kopassus.

Kesempatan itu akhirnya datang di Usia 55 tahun

28 Komentar

  1. Ini baru pimpinan ga terima pangkat kehormatan dengan gratis tetap melalui tahapan seperti prajurit laennya..bravo pak gatot kalau daftar jadi calon presiden nanti saya dukung….

  2. Luar biasa,blm pernah lihat pemimpin Indonesia dimasa ini yg seperti beliau. Jendral Gatot I support u to be the nex Indonesia president.

  3. Untuk menjadi Prajurit Kopassus setidaknya pernah merasakan Dinginnya Situ Lembang, Angkernya Batu Jajar, Dahsyatnya Teluk Permisan, Semua sudah dilalui, tinggal Menuju Istana (RI 1) yang harus diperjuangkan dengan cara Ksatria. Insya Allah……..

  4. Salut dengan bpk. Gatot, semoga bapa amanah dlm mengemban jabatannya.
    Sehat selalu,pnjg umur dan semangat membela Al-Qur’an bersama umat muslim..
    Kami bangga mempunyai Panglima TNI seperti bapa

  5. Pencitraan lagi pencitraan lagi… Btw untuk apa dia ikut-ikutan pramuka seperti itu? Bukankah urusan2 strategis militer lebih penting? Or not? Oh mgkin dia punya banyak waktu kali…buat main 🙂

1 Trackback / Pingback

  1. Ini Dia Profil Jendral Gatot Nurmantyo | myrepro

Tinggalkan Balasan