Kisah Onoda, Prajurit Jepang Yang 30 Tahun Bergerilya Di Filipina

Namanya Hiroo Onoda. Sejak tahun 1944, ia dikirim oleh Komandannya ke Pulau Lubang di Filiphina untuk memata-matai musuh dan mencari informasi.

Meski Jepang telah kalah pada tahun 1945, Hiroo tetap berada didalam hutan untuk berjuang.

Warga sipil Filipina berkali-kali mencoba memberitahukannya bahwa perang telah usai, namun ia malah menembaki mereka karena mengira mereka adalah boneka sekutu yang mencoba mengelabuinya.


Pada 1972, barulah pemerintah Jepang menyadarinya. Lantas mengirim keluarga Hiroo ke dalam hutan untuk menjemputnya. Namun lagi-lagi ia menolak.

Ia berkata, “komandanku telah berjanji akan menjemputku apapun yang terjadi. Aku hanya percaya perintah komandan.”

Akhirnya Hiroo Onoda baru bersedia keluar dari hutan Filipina setelah mantan komandannya didatangkan pada tahun 1974, yang kemudian memerintahkannya untuk menyerah.

Pasca kepulangannya, Hiroo kaget dengan perubahan jepang yang begitu drastis. Karena tidak bisa beradaptasi, ia memutuskan untuk pindah ke Brazil dan berternak sapi hingga akhir hayatnya.


Hiroo meninggal pada tahun 2014 di usia 91 tahun.

Baca Juga:  Banser Ansor, Garda Terdepan Penumpasan PKI Tahun 1960an

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan