Kisah Prajurit Amerika Yang Pura-Pura Bodoh Saat Ditawan Vietnam

Akting sangat meyakinkan dari Doug Hegdahl yang pura-pura menjadi “yang terbodoh dari yang terbodoh” dalam tawanan para penawannya di Vietnam memberinya akses yang cukup bebas dari para penjaga kamp POW tempat dia berada. Selain itu, dia mampu untuk menghafal nama-nama, informasi pribadi serta tanggal penangkapan dan metode penangkapan 256 tawanan perang lainnya di kamp yang sama. Bagaimana kisah unik ini bisa terjadi? Mari kita simak kisahnya.

Man Overboard

Doug Hegdahl yang berusia 20 tahun asal South Dakota (lahir 3 September 1946), cita-cita awal hidupnya hanyalah ingin melihat dunia, itulah sebabnya ia mendaftar Angkatan Laut AS tetapi kemudian, nasib punya rencana lain.

Beberapa bulan setelah bergabung, Doug menemukan dirinya berada di deretan meriam USS Canberra di lepas pantai Vietnam Utara. Pada malam 6 April 1967, ia melihat kapal penjelajah tempat ia bertugas menembaki pantai Vietnam Utara. Dalam upaya untuk bisa mendapatkan pandangan yang lebih jelas dari pemboman itu, Doug pergi ke atas geladak dan sialnya tidak berapa lama dia “diterbangkan” ke laut oleh hempasan tenaga ledakan meriam 5 inci Cruiser tersebut.

Dia bertahan mengapung di Laut Cina Selatan selama sekitar 12 jam sampai beberapa nelayan Kamboja melihatnya dan menariknya keluar dari air. Para nelayan yang menemukannya memperlakukannya dengan baik tetapi ketika dia diserahkan kepada milisi Vietnam, mereka memukulnya berulang kali dengan senapan mereka sebelum membawanya ke kamp penjara Hilton Hilton yang terkenal.

Sementara itu, teman-teman kapalnya tidak melaporkan bahwa dia telah hilang selama dua hari sebagai upaya untuk menutup-nutupi kejadian ini. Hal ini disebabkan karena komandan mereka tidak mengetahui bahwa Doug Hegdahl tercebur ke laut, dan tidak ada yang mencarinya.

Tawanan perang AS

The Incredibly Stupid One

Awalnya, para penculik Vietnam-nya percaya bahwa Doug Hegdahl adalah komando atau agen mata-mata karena mereka menganggap kisahnya tentang diterbangkan ke laut terlalu berlebihan bagi mereka. Prajurit rendahan Angkatan Laut AS ini segera menyadari bahwa ia akan lebih baik jika ia memainkan kartu sebagai orang “bodoh”…..dan hal itu benar-benar dilakukannya.

Butuh beberapa hari ditampari para penahannya, sebelum dia bisa meyakinkan para mereka bahwa dia hanyalah seorang prajurit berpangkat rendah Angkatan Laut AS yang buta huruf dan bodoh, yang cuma memiliki nilai kecil bagi mereka. Sikapnya yang sembrono, kemudaannya, dan aksen kampungnya berhasil meyakinkan aktingnya.

Yakin dia bisa disiksa untuk mendapatkan informasi, Komunis berusaha membuat Hegdahl menulis propaganda anti-Amerika dan anti-perang. Mereka menunjukkan kepadanya dokumen serupa yang ditulis oleh tawanan lain – tawanan berpangkat lebih tinggi – untuk Vietnam Utara. Hegdahl memikirkannya sejenak, lalu menyetujui. Komunis kagum. Tidak ada orang Amerika yang tertangkap melakukan ini secara sukarela. Mereka pergi untuk mendapatkan tinta dan kertas. Pelaut muda itu berpikir cepat. Dia menduga para petugas yang menulis materi propaganda mungkin dipaksa melakukannya. Dia memutuskan hal terbaik yang bisa dia lakukan adalah bermain bodoh. Dia sangat, sangat sukses. Orang Vietnam Utara mengira Doug Hegdahl adalah seorang “petani miskin” yang tidak bisa membaca dan menulis. Setelah gagal pada saat itu, mereka memutuskan untuk menulis pengakuan baginya untuk ditandatangani, yang dia lakukan: “Pelaut Douglas Brent Hegdahl III Cadangan Angkatan Laut Amerika Serikat, awak USS Canberra.”

Baca Juga:  Neraka Dresden, 25 Ribu Rakyat Jerman Tewas Dibom Inggris dan Amerika

Melihatnya sebagai seseorang yang dapat mereka manipulasi untuk kepentingan mereka sendiri, para milisi Vietnam menugaskan seseorang untuk mengajarinya cara membaca. Tetapi setelah banyak upaya, mereka menyerah dan menganggap mengajari Hegdahl adalah sia-sia, karena dia tampaknya terlalu bodoh untuk belajar. Pada akhirnya, Dough Hegdahl diberi nama ejekan “The Incredibly Stupid One.”

Aksi Sabotase

Karena mereka pikir Hegdahl begitu bodoh, maka penjaga Penjara Hỏa Lò (Hanoi Hilton) memberi dia kebebasan untuk melakukan banyak aktivitas pembersihan dan penyapuan di sekitar halaman penjara. Dia bahkan diizinkan pergi dan membersihkan gerbang depan penjara itu sendiri. Dengan cara itulah dia nantinya dapat memberi tahu intelijen A.S. di mana penjara itu dapat ditemukan di ibukota Vietnam Utara.

Tidak butuh waktu lama bagi sesama tawanan perang, setelah kedatangan Doug di kamp tawanan, melihat “potensi” yang dimilikinya. Tidak hanya dia mampu memainkan kartu pura-pura “bodoh” dengan sangat meyakinkan, dia juga bisa melakukan sabotase kecil. Selain itu, Doug Hegdahl memiliki ingatan yang sangat mengesankan. Dengan bantuan perwira Angkatan Udara AS dan sesama POW, Joe Crecca, Doug Hegdahl dapat menghafal nama-nama, informasi pribadi lainnya serta mengingat tanggal dan metode penangkapan sekitar 256 sesama POW untuk nada sajak lama Old McDonald Had A Farm.

Di antara tindakan sabotase kecil yang dia lakukan adalah membubuhkan sedikit tanah di tangki bensin lima truk. Setelah selesai, kelima kendaraan itu harus ditarik keluar dari kompleks penjara.

Prestasi lainnya yang dilakukan Doug Hegdahl, sebagaimana diceritakan oleh teman satu selnya dan perwira senior Letnan Richard Stratton, adalah ketika dia bisa meyakinkan para penculiknya bahwa dia membutuhkan sepasang lensa kacamata baru. Ketika mereka membawanya ke Hanoi untuk membuat lensa kacamata baru, Heghdal mampu menghafal rute yang mereka lewati dari kamp penjara ke kota.

Dibebaskan

Doug Hegdahl adalah salah satu dari tiga tawanan perang yang dilepaskan dari Hanoi pada 5 Agustus 1969. Sangat yakin dengan tindakannya membebaskan “orang bodoh yang buta huruf”, para penculiknya percaya bahwa membebaskannya – langkah propaganda untuk Vietnam Utara – tidak akan membahayakan mereka. Di sisi lain, sesama POW – yang awalnya membuat perjanjian untuk tidak menerima tawaran pembebasan awal – melihat keuntungan besar jika Doug Hegdahl dibebaskan dini.

“Kamu yang paling muda disini. Kamu hafal nama-nama kami. Dan kamu sendiri tahu kisah-kisah penyiksaan di balik banyak gambar propaganda dan rilis berita yang mereka buat. Kamu juga hafal lokasi banyak penjara, ”kata teman satu selnya Dick Stratton.

Namun, Doug awalnya enggan menerima pembebasan awal yang ditawarkan oleh para penahannya. Dia khawatir bahwa pulang lebih awal akan mengakibatkan dia dicibir oleh rekan2 prajuritnya, ini hal yang wajar diantara para tawanan dimana mereka ogah dianggap mengecewakan perjuangan rekan-rekannya yang menderita. Pada akhirnya, Stratton harus secara langsung memerintahkannya untuk mematuhi pembebasan awal tersebut.

Baca Juga:  Utang Rp 4500 untuk Beli 2 Pesawat RI, Maksun: Hasil Jual 15 Kerbau dan Tanah

Berjuang Tanpa Peluru

Keputusan yang dibuat rekan-rekannya tawanan perang dalam membuat Doug Hegdahl mendapat pengecualian dalam pakta yang mereka buat tentang pembebasan awal terbukti benar!

Informasi yang telah diingat Doug dalam ingatannya dengan bantuan sajak kanak-kanak itu kemudian terbukti sangat berharga, sehingga Ross Perot mengirimkannya ke Paris untuk menghadapi para Delegasi Perundingan Perdamaian Vietnam Utara yang merundingkan nasib prajurit-prajurit yang hilang dalam tugas.

Saat dibebaskan pada 1969, Hegdahl dapat menyampaikan fakta bahwa Vietnam Utara melakukan penyiksaan dan pembunuhan tawanan perang di Paris Peace Talks pada 1970. Diterbangkan ke sana oleh H. Ross Perot, ia menuduh delegasi Vietnam Utara berencanq membunuh Dick Stratton, dengan pengungkapan ini, dia bisa meyakinkan Letnan. Cmndr. Stratton, mantan rekan satu selnya dapat dipulangkan hidup-hidup pada akhir perang (dibebaskan 4 Maret 1973).

Doug Hegdahl menghafal banyak nama prajurit yang tidak dimiliki pemerintah. Ketika dia dibebaskan, Hegdahl tidak hanya dengan fasih mengingat nama-nama 256 orang Amerika yang ditembak jatuh atau ditangkap di Vietnam Utara, dia bisa menyebutkan nama anjing mereka, nama anak-anak, dan / atau nomor jaminan sosial. Ini adalah cara dimana POW lain memverifikasi informasi yang diberikan. Dia mengambil semua informasi ini melalui kode tap, kode ejaan orang tuli, dan catatan rahasia.

Selain itu, ia adalah saksi langsung dari kebrutalan yang terjadi di dalam kamp penjara tempat banyak tawanan perang dimakamkan. Kebrutalan ini sebagian besar tidak diketahui, dirahasiakan sampai prajurit rendahan Angkatan Laut AS itu membuka fakta-fakta tersebut ke permukaan.

Setelah pembebasan

Bagi para tahanan yang masih ditahan di Hanoi, tidak perlu menunggu waktu lama untuk mendapat perubahan perlakuan. Setelah Hegdahl dapat menggambarkan perlakuan terhadap tawanan perang di depan umum dan kepada media, mereka yang ditinggalkannya melihat bahwa perlakuan yang mereka terima semakin membaik. Mereka mulai menerima ransum yang lebih baik dan mulai perlakuan brutal yang semakin berkurang dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dalam memoarnya, Stratton menulis tentang Hegdahl:

“Dia Yang Sangat Bodoh,” menjadi pahlawan pribadi saya, menjadi contoh dari karakter Pelaut Amerika yang inovatif, banyak akal dan berani.

Pada akhirnya, Doug Hegdahl benar-benar “bertempur” di Perang Vietnam walau tidak dengan peluru. Dia mampu melakukan “serangan” yang sangat penting terhadap musuh tanpa pernah menembakkan pistol. Pasca Perang Vietnam Setelah kembali ke Amerika Serikat, Doug Hegdahl menjadi instruktur Sekolah Survival untuk SERE Angkatan Laut AS [Survival, Evasion, Resistance dan Escape]. Dia mengajar di institusi tersebut sampai hari ini. Dan tentu saja, dia masih bisa menghafal banyak informasi seperti yang ia lakukan dulu untuk mengenang sekitar empat atau lima dekade lalu dengan menggunakan nada Old McDonald Had A Farm.

Diterjemahkan dan dilengkapi dari:

https://m.warhistoryonline.com/war-articles/doug-hegdahl.html

https://www.wearethemighty.com/music/amazing-pow-douglas-hegdahl


https://en.m.wikipedia.org/wiki/Doug_Hegdahl

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Richard_A._Stratton

2 Komentar

Tinggalkan Balasan ke soettama gudang Batalkan balasan