Klarifikasi TNI AU, Warga Menyerang Aparat 4 Prajurit Luka Parah 

Pada hari Senin pagi tanggal 15 Agustus 2016, terjadi aksi demo warga Sarirejo Polonia Medan yang terprovokasi dengan hasutan bahwa TNI AU akan menggusur rumah-rumah warga.

Pagi itu anggota Lanud Soewondo melakukan pengukuran sebidang tanah kosong di Desa Sarirejo Polonia Medan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk pengukuran tanah yang akan dijadikan lokasi pembangunan Rusunawa bagi prajurit Lanud Soewondo, Wing Paskhas dan Kosek Hanudnas III Medan di atas lahan kosong berukuran 100 x 50 x 2 meter.

Namun warga terprovokasi, bahwa TNI AU akan melakukan penggusuran. Beberapa kali terdengar dari pengeras suara agar warga ke luar rumah dan berkumpul di jalan-jalan, maka spontan banyak warga, ibu-ibu dan bahkan anak–anak juga ikut berkumpul. Dalam waktu singkat, warga tumpah ruah di jalan dan mulai melakukan aksi pemblokiran jalan dengan melintangkan pohon, berlanjut dengan aksi bakar ban dan kayu.

Melihat kondisi yang sudah sedemikian mengkhawatirkan dan meresahkan warga lain yang melintasi jalan tersebut, maka prajurit TNI AU berusaha memadamkan api dan meminta warga untuk membubarkan diri.  Namun himbauan ini tidak didengar, malah warga semakin brutal dan secara anarkis melempari petugas dengan botol, air gelas dan batu. Inilah awal terjadinya bentrokan antara warga dengan prajurit Lanud Soewondo yang mengakibatkan sejumlah warga dan dua orang wartawan serta puluhan anggota TNI AU terluka.

Baca Juga:  Aksi Heroik, Prajurit Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Selamatkan Anak Tenggelam Di Sungai

Dalam insiden bentrok dengan warga Sarirejo tersebut, empat orang anggota TNI AU mengalami luka parah. Satu orang prajurit yang bernama Kopda Wiwin mengalami luka robek di belakang telinga dan memar di kepala bagian belakang, akibat hantaman batu yang dilempar oleh salah seorang warga, mengenai persis di bagian belakang kepala korban. Korban dilarikan ke rumah sakit TNI AU untuk mendapatkan perawatan.  
Tiga orang prajurit TNI AU, juga mengalami cidera serius yaitu luka memar di lengan dan badan serta kaki, akibat dari terkena lemparan batu, tembakan panah beracun, serta benda-benda tajam lainnya. Tidak hanya itu puluhan prajurit TNI AU mengalami luka, karena warga yang melakukan tidakan anarkis, terlihat menggunakan senjata tajam seperti parang, golok, panah beracun, pisau, tombak, bahkan gear sepeda motor yang sudah diasah dengan tajam.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan