Kodam VI/Mulawarman Bangun Tempat Latihan Tempur Modern

Kodam VI Mulawarman (Kodam VI/Mlw) saat ini tengah membangun tempat latihan tempur yang letaknya di Kelurahan Amborawang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Tempat ini tak asing lagi bagi warga Kaltim, apalagi warga sekitar karena sejak 1977, wilayah hutan ini sudah ditetapkan milik Kodam VI Mulawarman yang dulu Kodam VI Tanjungpura.

Areal latihan tempur Amborawang modern dirancang matang merupakan agenda grand strategi TNI AD.


Untuk mewujudkan tempat latihan modern, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto menunjuk Komandan Satuan Tugas Latihan Tempur (Dansatgaslatpur) Kolonel Inf Muhammad Yasin SSos MAp guna melakukan penataan areal hutan tersebut.

“Belum lama ini, bulan September, diselenggarakan latihan tempur dari Raider 600. Dari latihan tersebut, kami sudah melakukan evaluasi yang kami laporkan kepada Pangdam,” ujar M Yasin didampingi Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI Mulawarman Kolonel Kav Dino Martino saat mengajak media ini melihat langsung areal latihan tempur Amborawang, Kamis (16/10).

M Yasin yang juga didampingi Wakapendam Letkol Inf M Iqbal dan Kepala Topografi Kodam (Katopdam) VI Mulawarman Letkol Ctp Sugiyantoro menjelaskan, dalam rangka mewujudkan tempat latihan tempur modern, saat ini dilakukan pembenahan-pembenahan di antaranya melebarkan jalan yang nantinya bisa untuk lintasan alat tempur berat tank, membenahi titik-titik batas wilayah yang sebagian tidak terbaca dan hilang.

“Dalam penataan ulang areal latihan tempur Amborawang, kami sudah melakukan sosialisasi dengan masyarakat. Babinsa kami kerahkan untuk menginformasikan tentang kegiatan di tempat latihan tempur Amborawang kepada warga sekitar. Kalau ada lahan, rumah atau kebun yang terkena, kami data dan akan diberi ganti rugi. Kalau ada latihan, warga juga kami beritahu agar jangan masuk karena latihan menggunakan amunisi tajam. Peringatan juga kami tulis besar di pintu masuk areal latihan tempur Amborawang. Karena Pangdam mewanti-wanti, kegiatan di tempat latihan tempur jangan merugikan masyarakat,” jelas M Yasin yang sangat berpengalaman bidang tempur darat.

Baca Juga:  Senjata 3S Bikin Satgas Heli TNI Dianggap Saudara di Mali 

Ditambahkan M Yasin, tempat latihan tempur modern diagendakan terwujud paling tidak 5 tahun ke depan. Tidak hanya modern, tempat latihan tempur Amborawang cukup luas, 724 ha, sangat pas untuk latihan perang. Rencana pembangunan daerah latihan tempur Kodam VI Mulawarman di Amborawang akan dilengkapi sarana prasarana latihan yang mampu meningkatkan profesionalisme prajurit karena dilengkapi sarana daerah latihan tempur untuk perang hutan, perang di daerah pemukiman (urban terain), anti teror dan lainnya.

“Konturnya sangat mendukung adanya bukit, hutan dan jalan yang naik dan turun. Dengan areal seluas itu bisa digunakan latihan tempur menggunakan persenjataan berat tank kavaleri, meriam artileri dan lain-lain”, ujar Kapendam Dino menambahkan.


Dijelaskan lagi oleh Kapendam, dengan arel seluas itu bisa menjadi daerah latihan tempur untuk taktik bertempur antar kecabangan yang berdiri sendiri maupun yang bersifat kerjasama antarkecabangan baik infanteri, kavaleri dan artileri yang menggunakan alutsista dengan kaliber diatas 100 mm. Baik itu kanon tank maupun meriam artileri yang dimiliki satuan jajaran Kodam VI Mulawarman yang rutin dilaksanakan setiap tahun di daerah Amborawang dalam bentuk BTP (Batalyon Tim Pertempuran).

Dansatgaslatpur M Yasin dan Kapendam Dino Martono juga mengajak media ini naik tank AMX 13 APC buatan Perancis mencoba jalan yang sedang dilebarkan yang juga untuk lintasan tank. “Jalan ini dilebarkan supaya bisa untuk manuver tank, ” ujarnya lagi.

Areal latihan tempur. Amborawang modern, jelas M Yasin, nantinya dilengkapi banyak fasilitas pendukung yang juga digunakan pasukan North Atlantic Treaty Organizatio (NATO), Australia, Jepang, Korsel.

“Rencana areal latihan tempur Amborawang modern sudah kami rancang, nanti kami persentasikan di hadapan Pangdam. Memang diperlukan biaya yang besar, ” kata M Yasin dengan nada optimis.

Adapun, kelengkapan sarana dan prasaarana di tempat latihan tempur Amborawang Modern adalah

1. Fire Arms Training System (FATS) 300 mil Immersive Virtual Training System
2. Multiple Integrate Laser Engagement System (MILES)
3. Digital Multi Purpose Ranger Complex (DMPRC).

Baca Juga:  Panglima TNI : Pancasila Sebagai Ideologi Negara Sudah Final

Di tempat itulah, nantinya latihan tempur mirip sesungguhnya menggunakan alutsista modern, lempar granat sesungguhnya dan tembak menembak menggunakan amunisi tajam.

Dalam perjalanan keliling areal latihan tempur Amborawang, tampak banyak halang rintang di antara semak belukar untuk menggembleng kemampuan tempur prajurit TNI AD. “Ndan, halang rintangnya kok gak dibersihin, ” celetuk salah satu awak media.

M Yasin pun sigap menjawab sambil tertawa. “Kok dibersihin, memangnya untuk outbond. Ya harus seperti ini, semak belukar dan pepohonan untuk latihan di medan perang sesungguhnya. Inilah fungsi lain tempat latihan tempur Amborawang, pepohonan di dalamnya dijaga dan dilestarikan, ” ujarnya.

Meski di tengah hutan, di areal lain juga tersedia tempat latihan pertempuran di kota dan pembebasan sandera.

Perwira melati 3 ramah yang hobi ngetrail ini mengakui, dalam areal latihan tempur Amborawang ada yang rusak, yakni ada belasan titik danau bekas penambang batu bara liar. Bahkan, salah satu kolam kubangan bekas tambang, mencelakai dua prajurit Raider 600 yang sedang berlatih pertempuran malam hari.

“Penunjuk arah latihan tempur, prajurit berpedoman peta dan kompas. Ketika pergeseran pasukan di malam hari, dua prajurit terjerembab masuk kubangan bekas galian tambang batu bara. Untung secepatnya ditarik temannya. Kalau tidak, bisa makan korban jiwa prajurit. Bayangkan, tengah malam yang gelap, prajurit berjalan tiba-tiba masuk kubangan air besar bekas galian tambang batu bara. Maka dari itu, kami juga menertibkan penambang liar yang ada di areal Puslatpur. Ini semata-mata demi keamanan dan keselamatan warga. Jangan sampai nanti pas ada latihan, ada yang terkena ledakan atau tembakan amunisi tajam. Areal latihan harus clear dari aktivitas warga, ” jelas M Yasin.

Sumber: balikpapan.prokal.co

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan