Kodam XVII Cendrawasih: Kami Siap Perang Jika Diberi Perintah!

Pasukan Kodam Cendrawasih saat latihan lintas medan. Foto: puspen kodam

Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cendrawasih akhirnya menjawab tantangan pemberontak separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dalam sikap resminya, Kodam Cendrawasih siap meladeni tantangan perang tersebut.

Sikap tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, menyikapi deklarasi perang dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM.

“Kalau negara memerintahkan, TNI kita siap bergerak kapan saja,” kata Aidi Rabu 28 Maret 2018.

Aidi menuturkan, pasukan TNI di Papua jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang OPM. Karena itu, ia mengaku tidak perlu pasukan tambahan.

“Cukup, kalau itu yang diultimatum, mereka nggak seberapa, tidak sebanding dengan kekuatan TNI,” tegas dia.


Kendati telah siap berperang, TNI sebetulnya tidak menghendaki hal tersebut. Menurut Aidi, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pendekatan persuasif berbasis teritorial, seperti pembangunan pendidikan, kesehatan, beserta fasilitas umum lainnya.


Dengan pendekatan itu, banyak dari anggota OPM yang tergerak hatinya untuk bergabung kembali dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Seperti Agustus kemarin ada sekitar 3.000 (OPM) gabung juga menyerahkan senjata. Kita berharapnya seperti itu,” imbuh Aidi.

Sebelumnya video Kepala Staf Operasi Komando Nasional TPNP G.Lekkagak Telenggen membacakan ultimatum perang di Markas Kimagi, Distrik Yambi, Puncakjaya, Papua, beredar di Yotube. Dalam video berdurasi 2.57 menit itu, membacakan ultimatum pernyataan perang.

“Freeport di Tembaga Pura itu harus tutup. Perang jangan berhenti, perang harus tanpa intervensi internasional di Papua. Ultimatum perang, saya sudah umumkan. Jadi, perang harus dilakukan di mana saya, di Papua. Ketentuan, aturan perang kita sudah keluarkan itu. Panglima TNI, Polda harus tunduk pada aturan itu, TPN di seluruh Papua, perang harus berdasarkan aturan ini. Tujuan, kami ingin perang lawan TNI, Polri sudah tecantum dalam aturan TPN.” (sumber: okezone)

Baca Juga:  Dari Bandung, Pesawat Fokker-27 TNI AU Dikirim ke Museum Pusat Dirgantara Jogja Lewat Darat

Berikut video pembacaan perang OPM

1 Komentar

Tinggalkan Balasan