Kolombia Akhiri 52 Tahun Pemberontakan Gerilyawan FARC

Perang pemberontak sayap-kiri Farc selama hampir 52 tahun akhirnya berakhir. Ribuan orang Kolombia merayakan tercapainya kesepakatan damai bersejarah di Havana Kuba. Deklarasi damai itu disiarkan secara langsung melalui televisi pada Rabu 31/08/2016 secara nasional.

Konflik pemerintah Kolombia dan pemberontak Farc adalah konflik terpanjang dan paling berdarah di wilayah benua Amerika, menewaskan 220.000 orang dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.

Presiden Juan Manuel Santos menyebut kesepakatan itu merupakan “awal dari berakhirnya penderitaan, kesakitan dan tragedi perang”.

“Pemerintah Kolombia dan Farc mengumumkan bahwa kami telah mencapai sebuah kesepakatan akhir, penuh dan definitif,” jelas juru runding pemerintah Kolombia dan Farc dalam pernyataan bersama.

“Kami telah mencapai tujuan,” kata De la Calle, negosiator pemerintah Kolombia. “Perang sudah berakhir, namun selalu ada permulaan baru. Perjanjian ini membuka pintu kepada lebih banyak komunitas,” ujarnya.

Kedua belah pihak telah menandatangani gencatan senjata pada Juni lalu. Hal itu dilakukan demi mencapai perjanjian akhir.

“Ini adalah pekerjaan sulit. Kadang momen cerah kadang juga gelap. Namun kami bekerja dengan hati. Dan sekarang kami siap untuk berpartisipasi dalam kemajuan negara ini,” kata Marquez, pemimpin negosiasi FARC.

Baca Juga:  Amerika Ternyata Punya Rudal S-300 Buatan Rusia

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan