Komandan Baru ISIS Anak Didik Militer Amerika Serikat

Setelah komandan perang ISIS, Abu Umar Al Shishani tewas dalam pertempuran dengan koalisi Ameriska Serikat dan Irak pada Juli Lalu. ISIS sebenarnya menutup rapat informasi para petinggi militernya. Karena takut pemimpin mereka akan menjadi target pembunuhan AS dan Irak di kemudian hari.

Lokasi pusat pemerintahan juga berpindah di Suriah, hanya beberapa dari orang penting ISIS yang masih di Irak. Sebagai bentuk antisipasi agar tidak terdeteksi AS, komandan perang gerilyawan ISIS memimpin secara rahasia dan jarang tampil di depan publik.

Berdasarkan rekaman video dan informasi intelijen. Mantan kolonel Pasukan Khusus Tajikistan yang telah lama dilatih Amerika Serikat (AS), Gulmurod Khalimov dikabarkan telah diangkat menjadi komandan tertinggi ISIS di Mosul, Irak, setelah tahun lalu membelot dan bersumpah akan melawan negara Barat.

“Ada informasi, komandan baru kepala militer ISIS bernama Tajik Gulmurod Khalimov telah diangkat, setelah pembunuhan pemimpin sebelumnya, Abu Omar al-Shishani,” ujar seorang sumber yang tidak disebutkan identitasnya di Provinsi Nineveh, Mosul, kepada Al Sumaria, seperti dilansir dari RT.


Jika kabar tersebut, sekali lagi Amerika akan berhadapan dengan anak didiknya sendiri. Gulmurod Khalimov yang telah diangkat menjadi komandan tertinggi ISIS adalah  komandan yang sangat terlatih dan faham dengan seluk beluk militer Amerika.


Sebelum bergabung ISIS, Khalimov adalah mantan kolonel operasi khusus Tajik (OMON), komandan polisi dan penembak jitu militer. Setelah menghilang pada April 2015, ia muncul sebulan kemudian dalam pidato di sebuah video berdurasi 10 menit, yang menunjukkan sumpahnya untuk membawa milisi ke Tajikistan, Rusia dan Amerika Serikat.

Baca Juga:  Pesawat Tempur AU India Jatuh Lagi, Kali Ini MIG-23 dan Sebuah Helikopter

Khalimov tercatat pernah melakukan lima program pelatihan antiterorisme di Amerika dan Tajikistan melalui bantuan Diplomatik Departemen Luar Negeri Amerika. Selama berkarier di Tajikistan, Khalimov juga pernah menjalankan berbagai pelatihan di Rusia.

Setelah menyatakan diri bergabung dengan ISIS, Khalimov masuk dalam jajaran orang paling dicari, bukan hanya di negeri asalnya, melainkan juga di berbagai negara. Khalimov dicari atas tuduhan pengkhianatan, menjadi bagian dari sebuah kelompok bersenjata, dan untuk secara ilegal berpartisipasi dalam konflik bersenjata di negara-negara lain. Interpol mengeluarkan Red Notice untuk menangkap dan melakukan ekstradisi terhadap Khalimov untuk kembali ke Tajikistan.

Departemen Luar Negeri AS bahkan menawarkan hadiah sebesar tiga juta dolar AS untuk orang yang bisa menangkap atau membunuh Khalimov. Beriku ini video dari komandan tempur ISIS terbaru.

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan