Komando Udara AU Thailand Dapat Upgrade Dari SAAB Swedia

Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) telah memberikan kontrak kepada Saab untuk mengupgrade dan meningkatkan sistem komando dan pengendalian udara (air command and control system – ACCS) nasionalnya.

ACCS tersebut, yang didasarkan pada sistem komando dan pengendalian operasi udara taktis 9AIR C4I buatan Saab, telah dioperasikan RTAF sejak 2010.

Sistem inilah yang menjadi bagian utama dari kemampuan pertahanan udara network-centric negara tersebut.

Komponen penting lainnya dalam kemampuan pertahanan udara Thailand adalah pesawat tempur Gripen, sistem peringatan dini Erieye dan data link taktis buatan Saab.


Kontrak pesanan ini diberikan setelah proposal upgrade Saab melalui proses evaluasi yang komprehensif.

Senior vice-president dan kepala bidang bisnis surbeillance Saab, Anders Carp mengatakan: “Pesanan ini menunjukkan daya saing produk 9AIR C4I. Sistem komando dan pengandalian udara canggih kami menjadi bagian vital sistem pertahanan udara Angkatan Udara Kerajaan Thailand.”


Sebagai bagian dari pesanan upgrade, perusahaan Saab akan menambahkan perangkat keras dan perangkat lunak baru untuk mempertahankan, meningkatkan, dan memperluas kemampuan ACCS tersebut untuk operasi di masa depan.

Perusahaan akan melakukan pekerjaan upgrade Järfälla, Swedia, dengan kontrak ditetapkan untuk dijalankan hingga tahun 2020.

9AIR C4I dirancang untuk memberikan kewaspadaan situasional dan kontrol penuh atas senjata, sensor, dan komunikasi.

Sistem ini menawarkan konektivitas perangkat lunak dan interoperabilitas, yang memungkinkan integrasi sempurna dari setiap modul pihak ketiga.

Baca Juga:  Amerika Jual Rudal Supercanggih Penetrator ke Arab Saudi

Selanjutnya, 9AIR C4I dapat merencanakan dan mengerjakan semua operasi udara dan juga memungkinkan informasi mengalir ke semua sistem dan aset pertahanan udara.

Sumber : airforce-technology.com, TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan