Konflik Segitiga di Myanmar: Arakan vs Rohingya vs Militer Myanmar

Menarik mengikuti konflik segitiga di Provinsi Rakhine Myanmar. Dua kubu pemberontak di lokasi tersebut ternyata juga saling bermusuhan.

Kubu pertama adalah, Arakan Army sebagai representasi dari warga etnis Arakan yang melawan pemerintah Myanmar yang didominasi Etnis Burma.

Kubu kedua adalah, Rohingya Salvation Army sebagai kelompok dari etnis Rohingya yang juga melawan kesewenangan Etnis Burma yang mendominasi Myanmar.

Kubu ketiga adalah militer Pemerintah Myanmar.

Meskipun pemerintah Myanmar menuding bahwa Arakan Army (AA) dan Rohingya Army (RA) saling bekerjasama dalam menciptakan konflik di Rakhine. Namun faktanya kedua kubu tidak saling berkongsi.

Saat letusan penggusuran etnis Rohingya dimulai dan RA mulai mengangkat senjata. AA dalam konferensi Press menyebut etnis Rohingya sebagai “Teroris muslim bangladesh yang biadab”. Kemunculan RA sebagai bentuk perlawanan juga disebut sebagai  “Militan Bangladesh radikal mengamuk di Arakan Utara”.


Juru bicara Pemerintah Myanmar, Zaw Htay, telah mengakui bahwa Rakhine akan menjadi medan konflik yang sulit dan bakal susah dipadamkan. 

Selain karena perang multietnis. Kekuatan Arakan Army juga tidak bisa diremehkan. Etnis Arakan yang beragama Budha mendominasi 40% dari total populasi di Provinsi yang dulu bernama Arakan sebelum diganti menjadi Rakhine.

AA juga menjalin hubungan erat dengan kelompok pemberontak terkuat saat ini di Myanmar, Kachine Independence Army (KIA). Kelahiran AA sendiri juga dibantu oleh KIA dan ikut berperang dalam Perang Kachine I dan II.

Baca Juga:  Aung San Suu Kyi Perintahkan Operasi Militer Untuk Membasmi Arakan Army

Kekuatan militer AA sendiri saat ini diprediksi mencapai 7000 personel pasukan. Mendapat banyak pasokan senjata dari pasar gelap di perbatasan Thailand.

Video tentang Arakan Army


Be the first to comment

Tinggalkan Balasan