Korea Selatan akan Operasikan Rudal AL Baru pada Tahun Depan

Korea Selatan akan mengoperasikan sistem senjata yang baru dikembangkan pada tahun depan, termasuk rudal pencegat berbasis kapal, kata pejabat industri pertahanan Korea Selatan pada hari Minggu (25/11).

Badan Pengembangan Pertahanan (Agency for Defense Development – ADD) yang dikelola oleh negara telah menyelesaikan pengembangan rudal, bernama Haegung yang disebut juga sebagai K-SAAM (Korean Surface to Air Anti Missile), yang dirancang untuk mencegat rudal musuh yang datang atau menembak jatuh pesawat.

Diluncurkan dari platform vertikal, dengan sistem radar yang mampu mendeteksi beberapa sasaran secara bersamaan.

Dalam tes evaluasi, sembilan dari 10 rudal berhasil menembak sasaran mereka secara akurat, kata seorang pejabat ADD.

Pengembangan Haegung dimulai pada tahun 2011, dan akan dipasang pada kapal frigat dan kapal pendarat Angkatan Laut Korea Selatan.

ADD juga berencana untuk menyelesaikan pengembangan wahana udara tak berawak ketinggian menengah (MUAV) sekitar bulan September tahun depan untuk diserahkan ke Angkatan Udara Korea Selatan.

Ini adalah drone yang beroperasi pada 10-12 kilometer di atas permukaan dengan radar yang memiliki jangkauan hingga 100 km.


Sementara itu, penggelaran rudal permukaan-ke permukaan taktis Korean Tactical Surface to Surface Missile (KTSSM) diharapkan pada tahun 2020, menurut ADD. Rudal ini mampu menghancurkan artileri jarak jauh yang tersembunyi di terowongan bawah tanah.

ADD juga mendorong untuk pengembangan rudal permukaan-ke-udara jarak jauh (L-SAM) yang akan menjadi elemen utama dalam sistem pertahanan udara dan rudal Korean Air and Missile Defence (KAMD).

Baca Juga:  Tank MBT T-90M Siap Perkuat Rusia Sembari Nunggu Tank Armata

Sistem ini adalah sistem rudal yang bertujuan untuk melawan ancaman nuklir dan rudal Korea Utara.

“L-SAM dapat dikembangkan cukup dengan teknologi dalam negeri,” kata presiden ADD, Nam Sae-kyu, dalam sebuah pertemuan baru-baru ini dengan para wartawan.


ADD telah menetapkan 2024 sebagai batas waktu untuk menyelesaikan pengembangan dan pengoperasian rudal.

Jarak intersepsi maksimum L-SAM dilaporkan berada diantara jangkauan rudal PAC-3 (30-40 km) dan rudal THAAD (100 km).

Sumber : en.yna.co.kr/TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan