Korea Selatan Akan Seleksi Awal Rancangan Desain Pesawat KFX Tahun Depan

Korea Selatan berencana memulai seleksi awal rancangan desain (pre elimination design) dari jet tempur KFX tahun depan, 2017. Upaya ini untuk mencari desain KFX yang pas dengan kebutuhan pertahanan udara bagi kelanjutan proyek pesawat lokal tersebut, demikian pernyataan kantor pengadaan pertahanan negara, Kamis 01/12/2016 dilansir dari Korea Times.

“Defense Acquisition Program Administration (DAPA) akan menggelar review sistem fungsional bulan ini untuk melihat apakah proyek Korea Fighter Experimental (KF-X) telah memenuhi semua spesifikasi yang diminta oleh militer dan persyaratan lainnya,” kata DAPA dalam sebuah pernyataan.

“Jika DAPA menyimpulkan proyek ini telah siap, proses rancangan desain akan dimulai.” Namun, DAPA tidak memberikan kerangka waktu yang tepat mengenai kapan tahapan proses tersebut akan dimulai.

DAPA telah mengadakan pertemuan dengan para pejabat terkait dan pakar pertahanan sejak November tahun lalu untuk mendorong kemajuan proyek KF-X yang dikerjakan bersama Indonesia.

Terkait upaya dengan proyek, Korea Selatan memulai proses pengembangan radar active electronically scanned array (AESA) setelah permohonan transfer teknologi dari Amerika Serikat ditolak pada bulan April 2015. Radar AESA sangat vital bagi KFX, rencananya Korea Selatan akan menerima 150 unit KFX dan Indonesia kebagian 50 unit. Pesawat ini ditargetkan bakal setara dengan pesawat generasi ke-5 dan direncakan selesai tahun 2020.


Tujuan Korea Selatan adalah untuk menghasilkan prototipe pertama dari sistem radar AESA pada paruh kedua di tahun 2020. Mulai tahun 2021, sistem radar akan menjalani lima tahun uji coba setelah dipasang ke jet tempur KF-X.

Baca Juga:  CPMIEC FM-2000 Sistem Pertahanan Udara Jarak Pendek Buatan China

Korea Selatan berencana untuk membangun pesawat baru untuk menggantikan pesawat F-4 dan F-5. Untuk membuat KFX, Pemerintah Korea Selatan menggandeng KAI (PT.DI-nya Korea) untuk bekerjasama dengan PT.Dirgantara Indonesia. Proyek ini$ diperkirakan menelan biaya sekitar 18 triliun won (15 milyar dollar) untuk keseluruhan proyek, Pemerintah korea dan KAI menanggung 80% dananya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan