Korea Selatan Kirim Prototipe Ranpur Red Back ke Australia

Perusahaan pertahanan Korea Selatan Hanwha Defense melansir press rilis telah mengirim dua kendaraan tempur AS-21 Redback ke Angkatan Darat Australia untuk diuji, ranpur ini diproyeksikan akan mengisi pengadaan Australia yang bernilai sekitar 5 triliun won ($ 4,1 miliar).

Militer Australia akan memutuskan apakah akan membuat tawaran akhir pada kendaraan buatan Korea tersebut pada akhir 2022, setelah menguji kendaraan itu dari November tahun ini hingga Agustus tahun depan.

Redback adalah salah satu dari dua kandidat dalam daftar pendek untuk proyek Land 400 Phase 3 di negara itu untuk pengadaan sekitar 400 kendaraan lapis baja beroda rantai baru. Hanwha menandatangani kontrak mitigasi risiko senilai $ 50 juta dengan Australia pada bulan Oktober untuk menyediakan tiga kendaraan prototipe untuk pengujian dan evaluasi. Pesaing lainnya adalah Rheinmetall Defense dari Jerman yang menawarkan KF41 Lynx.

Jika Hanwha memenangkan kesepakatan itu, itu akan menjadi yang pertama bagi Korea, yang tidak pernah mengekspor peralatan militer penting ke kekuatan militer besar. Korea sebelumnya telah mengekspor kendaraan militer ke Malaysia, tetapi hanya dalam jumlah kecil. Keberhasilan penawaran Korea tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan peluang Korea bagi proyek AS untuk menggantikan Bradley Fighting Vehicle, yang penawarannya akan dibuka pada awal tahun depan.

Kedua Redback akan tiba di Melbourne akhir bulan depan, berangkat dari Pelabuhan Pyeongtaek di Provinsi Gyeonggi barat daya. Kendaraan ketiga akan dikirim ke sana pada Januari tahun depan, tergantung pada bagaimana proses penilaian berlangsung di Australia.

Baca Juga:  Tawarkan Patriot PAC 3, Amerika Berusaha Gagalkan Penjualan S-400 Rusia ke Turki

Sumber : koreaherald.com, armyrecognition.com via FP TSM by Angga
Foto : bemil.chosun.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan