Korea Selatan Luncurkan Satelit Militer ke Luar Angkasa

Satelit komunikasi militer ANASIS-II (sebelumnya dinamai KMilSatCom 1), yang disub-kontrakkan oleh Lockheed Martin ke Airbus Defense and Space sebagai offset untuk Korea Selatan yang membeli 40 pesawat tempur F-35, diluncurkan ke luar angkasa pada hari Senin lalu (20/07).

Ini menjadikan Korea Selatan sebagai negara kesepuluh di dunia untuk memiliki satelit komunikasi yang dikhususkan untuk penggunaan militer.

“Pada hari Senin, 20 Juli pukul 17:00 sore hari, SpaceX’s Falcon 9 meluncurkan misi ANASIS-II dari Space Launch Complex 40 (SLC-40) di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida. Tahap pertama Falcon 9 sebelumnya meluncurkan Crew Dragon ke International Space Station (ISS) dengan astronot NASA Bob Behnken dan Doug Hurley,” kata pihak SpaceX dalam rilisnya.

Setelah tahap pemisahan, SpaceX mendaratkan roket tahap pertama Falcon 9 di sebuah droneship yang ditempatkan di Samudra Atlantik. Satelit ANASIS-II kemudian dilepaskan sekitar 32 menit setelah lepas landas.

Setelah berpisah dari roket, satelit tersebut berhasil berkomunikasi dengan Pusat Operasi Antariksa Toulouse di kota Prancis, Toulouse pada pukul 19:19, kata Badan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA).

Dalam dua minggu, satelit diperkirakan mencapai orbitnya di ketinggian 36.000 km. Menyusul pengujian yang dilakukan oleh pabrikan Airbus pada Oktober, militer Korea Selatan kemudian akan mengambil alih sistem.

Dibuat Berdasarkan pada platform satelit Eurostar milik Airbus, ANASIS-II akan menjadi satelit Eurostar E3000 ke-52 yang diluncurkan dan akan beroperasi dalam orbit geostasioner.

Baca Juga:  INS Mormugau Kapal Destroyer Terbesar India Siap Berlayar

ANASIS-II menggantikan satelit komunikasi sipil-militer ANASIS (KOREASAT 5) dan memiliki kapasitas transmisi data dua kali lipat dan memiliki teknologi tahan jamming.

Sumber : defenseworld.net via FP TSM Angga

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan