Korea Siapkan Rudal Taurus Untuk Jet Tempur KFX/IFX

Rudal Taurus KEPD 350K milik Korea Selatan (Korsel) akhirnya siap beroperasi. Korsel menerima kiriman batch pertama sebanyak 40unit pada Oktober 2016. Total Korsel membeli 170 unit KEPD 350K dengan harga per unit mencapai 1,8 juta dolar AS.

Taurus KEPD 350K adalah proyek Korsel yang dimulai 2013 setelah Kongres AS menolak penjualan rudal AGM-159 JASSM kepada Korsel, dan hanya mengizinkan penjualan Boeing SLAM-ER.

Rudal SLAM-ER hanya memiliki jangkauan sejauh 278km, dan dianggap masih kurang karena Korsel mencari rudal dengan jangkauan di atas 300 km untuk menghantam silo-silo rudal balistik Korut, tujuanya agar pesawat penembak aman dari ancaman oesawat musuh.

Taurus KEPD 350K adalah upgrade dari versi KEPD 350, dengan jangkauan mencapai 500 km. Jarak segitu cukup untuk menembak Pyongyang, ibukota Korut dari wilayah Korsel.

Untuk menghindari radar, Taurus bisa terbang rendah di atas permukaan tanah. Sistem pemandunya terdiri dari GPS (Global Positioning System) dan INS (Inertial Navigation System).
KEPD 350K juga dilengkapi sistem navigasi TRN (Terrain Referenced Navigation) dan IBN (Image Based Navigation) yang akan mengecek imaji kondisi sekitar pada beberapa checkpoint untuk memastikan bahwa rudal sudah terbang pada koordinat yang ditentukan, alias tidak nyasar. Pada fase terminal tersedia pemandu IR atau infra merah untuk mencocokkan antara sasaran dengan foto sasaran yang tersimpan di dalam memorinya. Gabungan seluruh sistem pemandu tersebut memastikan KEPD 350K memiliki CEP (Circular Error Probable) hanya 2-3 meter setelah terbang sejauh 500km.


Hulu ledak KEPD 350K memiliki bobot 480kg dengan teknologi MEPHISTO (Multi-Effect Penetrator, High SoPHISticated and Target Optimised) yang mengombinasikan daya penetrasi yang efektif untuk sasaran yang diperkuat dan terkubur di dalam tanah, alias bunker dengan kemampuan ledak terpusat atau fragmentasi untuk sasaran titik maupun area. Hululedak seberat 480kg ini merupakan batasan tertinggi rudal jelajah taktis sesuai aturan batas yang ditetapkan oleh MTCR (Missile Technology Control Regime) yaitu 500kg.


KEPD 350K dilengkapi sumbu PIMPF (Programmable Intelligent Multi-Purpose Fuze) yang dapat diatur untuk menjebol struktur campuran baja dan beton bertulang setebal enam meter dan kemudian diledakkan pada detik tertentu setelah menembus beberapa lapisan lantai bunker bawah tanah. Kemampuan ini dicari Korea Selatan mengingat Korut konsisten melakukan ujicoba nuklirnya di bawah tanah.
Sebagai bagian dari deal ratusan unit rudal tersebut, Korea Selatan melalui badan riset teknologi militer DAPA memperoleh transfer teknologi KEPD 350K sehingga dapat dijadikan basis riset untuk pengembangan rudal jelajah taktisnya sendiri. Nantinya Korsel merencanakan akan mampu membuat rudal seperti KEPD 350K untuk mempersenjatai pesawat tempur generasi 4.5 KFX/IFX yang dikembangkan bersama Indonesia.

Ilustrasi Taurus diluncurkan dari F15
Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan