Korea Utara Batalkan Uji Coba Nuklir

A submarine missile is paraded across the Kim Il Sung Square during a military parade on Saturday, April 15, 2017, in Pyongyang, North Korea to celebrate the 105th birth anniversary of Kim Il Sung, the country's late founder and grandfather of current ruler Kim Jong Un. (AP Photo/Wong Maye-E)

Slogan kampanye Donald Trump, “Make America Great Again” sukses diimplementasikan oleh presiden baru Amerika tersebut dalam peranya sebagai polisi dunia. Setelah Suriah, selama sepekan terakhir dia secara serius mengancam Korea Utara, dan hasilnya?

Korea Utara tidak melakukan percobaan nuklir hari Sabtu (15/4). Donald Trump memang memperagakan ancaman kekuatan militer yang benar-benar nyata siap meluluhlantakkan Pyongyang mereka nekad meluncurkan rudal uji coba ke Laut Jepang.

AS juga berhasil melobi China untuk mendapat jaminan tak lagi menyokong kekuatan rudal Korut serta meningkatkan pembatasan ekonomi terhadap sekutunya yang ekonominya sangat bergantung pada China itu.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memimpin parade militer untuk merayakan hari lahir tanggal 15 April pendiri negara itu, mendiang Kim Il-sung, hari libur paling penting negara tersebut yang dinamakan Hari Matahari.

“Kim Jong-un semula berencana melawan Amerika, tetapi memutuskan untuk membatalkan rencana tersebut,” kata pembelot yang analis Korea Utara Ahn Chang-il pada Institut Dunia bagi Pengkajian Korea Utara.

Perkiraan bahwa Korea Utara bakal melakukan percobaan nuklir semakin kuat pekan ini, berdasarkan laporan mengenai kegiatan di tempat percobaan nuklir Punggye-ri belakangan ini, dan pola percobaan militer yang provokatif oleh Pyongyang, pada waktu lalu yang bertepatan dengan hari lahir pendiri negara tersebut.


Sejak Januari tahun 2016, Pyongyang telah bertindak dengan tindak tanggung-tanggung, dengan melakukan dua percobaan nuklir dan berusaha berkali-kali meluncurkan misil balistik jarak menengah dan jarak jauh. 

Baca Juga:  Rusia Kirim Krasukha 4, Sistem Pengacau Radar ke Suriah

sumber; voa

5 Komentar

    • AS juga berhasil melobi China untuk mendapat jaminan tak lagi menyokong kekuatan rudal Korut serta meningkatkan pembatasan ekonomi terhadap sekutunya yang ekonominya sangat bergantung pada China itu.

      Nah ntu cina ga dukung korut sekarang. Ente baca gak artikelnya? Apa langsung skip ke komen?

  1. I see bro….
    Fakta nya si Jinping kirim 10000 pasukan nya ke perbatasan Korea, si Putin juga udh manasin kapal perang nya tuh siap2 kalau bneran mamarika berani nyerang si Jong un. Perng modern sekarang gak ada cerita perang sendiri, yang ada adalah perng aliansi dan kepentingan. Korut itu anak emas nya komunis Rusia dan cina. Saya gak yakin US berani cetus perang. Korsel pun pasti akan menderita. Dan jadi target empuk si Jong un.

Tinggalkan Balasan