Korps Kavaleri TNI AD akan Diperkuat Tambahan Panser Intai Panhard VBL Mk2 Buatan Perancis

Korps Kavaleri TNI AD akan diberi tambahan panser intai 4×4 Panhard VBL Mk2 buatan Pabrikan Panhard Perancis.

Panser baru ini akan ditempatkan untuk menambah kekuatan intai bagi Batalyon Kavaleri Serbu yang tersebar di pulau Jawa.

Soal jumlah masih dirahasikan, namun kabarnya tidak banyak karena sifatnya untuk alih teknologi serta memperbanyak varian panser TNI AD yang akan banyak diisi Panser buatan Pindad.

Panser VBL mk2/(Vehicule Blinde Leger) ini dibuat Panhard untuk menyempurnakan VBL generasi pertama. VBL mk2 sendiri masih menggunakan sasis dan bentuk serupa dengan VBL generasi pertama, termasuk penggunaan material baja untuk menyusun seluruh tubuhnya. VBL sendiri memiliki bentuk yang cantik, sangat kompak dan siluetnya rendah sehingga mendukung tugasnya sebagai ranpur intai.


Yang membedakan VBL Mk2 dengan generasi pertama adalah mesin baru Steyr dengan semburan daya 125hp yang dikawinkan dengan transmisi otomatis buatan ZF Jerman dengan 4 percepatan. Apabila dipacu maksimal, VBL Mk2 dapat mencapai kecepatan 100km/ jam dan menempuh jarak 800km sekali isi bahan bakar.
Kemampuan amfibi VBL Mk2 dengan satu propeller di bagian tengah belakang tetap dipertahankan.

Untuk meningkatkan kemampuan olah geraknya di berbagai permukaan, VBL Mk2 sudah dilengkapi dengan CTIS ( Central Tire Inflation System) untuk menambah atau mengurangi tekanan angin di dalam ban secara otomatis. VBL Mk2 juga sudah dilengkapi dengan sistem elektrikal yang siap menampung sistem RCWS.

Baca Juga:  Madsen S Machine Gun Produksi Pindad

Untuk persenjataan, VBL Mk2 yang akan dibeli oleh TNI AD sudah disiapkan dengan sistem RCWS ringan yang mampu menampung senapan mesin otomatis 5,56mm atau senapan mesin sedang 7,62mm.

Sistem RCWSnya sudah distabilisasi dan dilengkapi dengan kamera pasif pengindera malam. Hal ini sesuai dengan VBL generasi pertama di dalam TNI AD yang dilengkapi dengan senapan mesin M1919 kaliber 7,62mm. Panhard VBL Mk2 tersebut akan dikirimkan pada kuartal pertama tahun 2018. (UC News/IMPN)

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan