KRI Bima Suci Akan Dikirim Bulan Agustus Tahun Ini

Indonesia tengah bersiap memiliki kapal layar latih baru. Kapal yang sudah diberi nama Bima Suci dan dibuat di Spanyol ini ditargetkan akan dilepas untuk dikirim ke Indonesia pada pertengahan Agustus mendatang.

Kapal yang dibuat Freire Shipyard, perusahaan produsen kapal ternama Spanyol yang berlokasi di kota Vigo ini sedang dalam proses finishing.

“Kami mendapat informasi pembuatan kapal sudah tinggal finishing. Setelelah selesai, targetnya Bima Suci ini akan berangkat dari Spanyol pada 15 Agustus dan sampai di Indonesia pada 5 Oktober 2017,” kata Dubes RI untuk Spanyol, Yuli Mumpuni Widarso di Madrid, Jumat (20/5).

Bima Suci akan menggantikan KRI Dewa Ruci yang sudah terlalu tua karena sudah beroperasi sejak 1953. Target pengiriman dan tiba di Indonesia pada awal Oktober sepertinya akan berbarengan dengan momen peringatan HUT TNI.

Kapal yang mulai dikerjakan Freire Shipyard pada 2014 ini disebut-sebut memiliki spek canggih. Rancangan teknis kapal layar tiang tinggi itu, memiliki panjang total 111,20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman draft 5,95 meter, dan tinggi maksimal tiang layar 49 meter dari permukaan dek atas. Kapal kelas Bark (Barque, bahasa Inggris) tiga tiang itu akan memiliki 26 layar dengan luas keseluruhan layar 3.352 meter persegi. Ketinggian dek utamanya 9,20 meter dari permukaan laut.

Bima Suci, yang sudah diresmikan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ini mempunyai kecepatan maksimal 12 knot jika menggunakan daya dorong mesin. Sementara jika ditambah dengan menggunakan layar, menjadi 15 knot. Untuk tingkat endurance (ketahanan berlayar tanpa mengisi BBM) dapat mencapai 30 hari. Kapal layar tiang tinggi ini dilengkapi dengan 5 dek, 7 kompartemen, dan 48 blok.

Baca Juga:  DPR Tak Lagi Membahas Pembelian Alutsista Secara Detail dan Rinci

Keistimewaan kapal ini terletak pada instrumen navigasi pelayarannya yang lebih canggih. Instrumen pemurnian air laut menjadi air tawar, hingga alat komunikasi dan data digitalnya.


Dari segi kapasitas, kapal ini dapat menampung 120 taruna dengan 80 awak kapal. Jumlah layar keseluruhan ada 26 buah, lebih banyak dari KRI Dewa Ruci dengan 16 buah layar. Jika di KRI Dewaruci tidak terdapat ruang kelas, KRI Bimasuci menyediakan ruang kelas secara khusus sebagai tempat belajar para taruna AAL saat berlatih dalam operasi Kartika Jala Krida. Ruang kelas yang tersedia mampu memuat 100 taruna.


Sumber : jurnas.com

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan