Krisis Pilot, AU Amerika Panggil Pilot Yang Pensiun

Dalam militer Amerika Serikat, susah menjadi rahasia umum jika prajurit yang menjadi pilot hanyalah sekedar aji mumpung saja. Setelah mahir, mereka akan memilih pensiun dini lalu memilih jadi pilot di maskapai penerbangan sipil yang menawarkan gaji lebih besar daripada pilot pesawat tempur.

Tingginya angka pilot yang keluar dari dinas militer ini menyebabkan AU AS kekurangan 1.555 pilot pada akhir tahun 2016, dan angkanya terus membesar.

Jenderal Stephen Wilson di depan Kongres menyatakan bahwa AU AS kekurangan 1.555 pilot dan 3.400 teknisi yang bertugas merawat pesawat.
AU AS sendiri bukannya berdiam diri. Mereka telah berusaha menaikkan tunjangan bagi pilot yang didasarkan pada jam terbang bagi perwira dan berlaku di bulan Oktober 2017. Kemudian ada lagi bonus bagi pilot yang memperpanjang kontraknya dengan AU AS apabila mau diikat lagi untuk masa tugas 2 tahun berikutnya. Program ketiga, yang paling kontroversial, adalah memanggil para pilot veteran yang sudah pensiun untuk bertugas kembali di seluruh lini.


Langkah AU AS ini didukung oleh Presiden Trump, yang menandatangani Keputusan Presiden yang memberi mandat kepada AU AS untuk memanggil sebanyak 1.000 pilot veteran yang telah pensiun untuk kembali ke garis depan. Program yang disusun oleh AU AS ini diberi nama VRRAD (Voluntary Retired Return to Active Duty Program) atau Program Dinas Sukarela Pensiunan untuk Kembali ke Tugas Aktif, dan terbuka bagi mereka yang pernah memegang peran sebagai pilot untuk mendaftarkan dirinya sebelum 31 Desember 2018.
Mereka yang bisa mendaftarkan diri adalah para mantan pilot yang belum berumur 60 tahun, telah pensiun dalam waktu kurang dari lima tahun, menyandang pangkat Kapten, Mayor, atau Letnan Kolonel. Mereka yang mendaftar akan dikirimkan ke garis depan selama satu tahun. AU AS dapat menggunakan para veteran penerbang ini terutama untuk tugas-tugas kargo, dimana tingkat perputaran logistik yang tinggi antar teater membutuhkan banyak pilot dan teknisi untuk mengawaki pesawat angkut seperti C-17, C-130, dan C-5.

Baca Juga:  Korea Utara Luncurkan Rudal Melintasi Wilayah Udara Jepang

(Aryo Nugroho/UC News)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan