Kru Personel Skadud-14 Sudah Fasih Bahasa Rusia, Hanggar Su-35 Belum Dibangun, Jadi Beli Enggak Sih?

Teka-teki pembelian Sukhoi Su-35 bikin publik gregetan. Persiapan personel SDM untuk penyambutanya sudah siap.

100 Personel Skadron Udara (Skadud) 14 TNI AU Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur yang berjumlah 100-an orang yang terdiri dari kru udara (air crew) dan kru darat (ground crew), sudah selesai mengikuti Kursus Intensif Bahasa Asing (KIBA) Rusia.

Pendidikan yang dilaksanan dalam tiga gelombanh itu telah selesai tahun lalu. Setiap gelombang pendidikan dilaksanakan selama tiga bulan. Pelaksananya Sekolah Bahasa (Sesa) Lanud Iswahudi, Skadron Pendidikan 505 Wingdikum


“Seluruh personel Skadron Udara 14 sudah mengikuti KIBA Rusia. Jumlahnya kurang lebih 100-an orang, baik air crew maupun ground crew. Pendidikan dilaksanakan dalam tiga gelombang dan sudah selesai dilaksanakan,” kata Komandan Skadron Udara 14 Letkol Pnb Reza “Tigon” Muryaji seperti dikutip dari angkasareview.com

Ditambahkan olehnya, untuk para awak darat Skadron Udara 14 saat ini sedang melaksanakan ground training pesawat Su-27/30 dengan instruktur dari Skadron Udara 11 dan Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

Sementara itu, Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputro ketika dimintai keterangannya terkait persiapan pembangunan fasilitas untuk pengoperasian Su-35 menyatakan, saat ini belum ada pembangunan.

“Masih dalam tahap perencanaan, namun kita harapkan dalam waktu dekat pembangunan fasilitas sudah bisa dimulai,” ujar Ikoputro seperti dikutip dari angkasareview.com

Baca Juga:  Indonesia Ingin Berguru Pada India Soal Pesawat Sukhoi

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia membeli 11 Su-35 dari Rusia senilai 1,14 miliar dolar AS. Diharapkan, pada Oktober tahun ini sudah ada pengiriman kelompok pertama penempur paling mutakhir keluarga Flanker Rusia tersebut ke Indonesia.

Namun demikian, seiring berjalannya waktu sejumlah pertanyaan justru muncul ke permukaan terkait kepastian jual-beli jet tempur Su-35 antara Rusia dan Indonesia ini. Sebagian mengaitkannya dengan faktor tekanan dari Amerika Serikat.

“Sukhoi itu pasti akan datang. Itu kan sistemnya 50 persen kita jual hasil pertanian seperti kelapa sawit dan sebagainya. Lalu sisanya kita bayar. Itu (pembayaran) kewenangan Kementerian Keuangan,” ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjawab pertanyaan media di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, kemarin.

Menhan Ryacudu menambahkan, pembelian Sukhoi Su-35 melibatkan tiga kementerian.

“Pembelian Sukhoi Su-35 itu kan menunggu persetujuan tiga kementerian. Sampai ke saya sudah final. Saya sudah tanda tangan, sudah salaman. Tapi yang bayar kan bukan saya,” pungkas mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut.


5 Komentar

  1. Nggak ada kata mubazir

    Toh kalopun batal (beli sukhoi), skill penguasaan bahasa rusia pasti bermanfaat dikala masa pensiun, misalnya buat buka privat bahasa rusia atau menjadi tour guide wisatawan asal rusia ☝️

  2. Pembelian jet sukoi su35……harus masuk record MURI hehehe selamat kerana sudah memecahkan record pembelian Alutsista terpanjang dalam sejarah bangsa INDONESIA

Tinggalkan Balasan