KSAD Jenderal Dudung, OPM Enggak Harus Diperangi Juga Bisa Dirangkuli

Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman, mengingatkan para prajurit yang bertugas di Papua agar menyayangi masyarakat setempat dan jangan pernah menyakiti hati masyarakat.

“Jangan sedikit pun berpikir untuk membunuh, kalian harus sayang masyarakat dan kalian harus tunjukkan rasa sayang kepada masyarakat Papua. Kamu harus baik pada masyarakat Papua, jangan menyakiti hati mereka,” kata Dudung seperti dikutip dari Antara, Rabu (24/11/2021).

Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada prajurit TNI AD, Persit KCK dan Satgas Yonif PR 328/Dirgahayu di Markas Batalion Raider 754/ENK20/3 Kostrad, di Timika, Papua, Selasa (23/11).

Kunjungan ke Timika itu merupakan kunjungan perdananya ke Papua sejak dilantik menjadi KSAD oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (17/11) di Istana Negara, Jakarta.

Dudung disambut Pelaksana Harian (Plh) Kepala BIN Daerah Papua, Mayor Jenderal TNI Napoleon, Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap, Brigadir Jenderal TNI Bangun Nawoko, dan lain-lain saat tiba di Bandara Mozes Kilangin di Timika.

Dia menyebut kedatangannya ke Papua, terutama ke wilayah Timika kali ini dalam rangka mengunjungi Satuan Tugas Operasi di Papua guna mendengarkan berbagai masukan dari prajurit dan mencari solusi mengatasi kesulitan yang dihadapi para prajurit dalam melaksanakan tugas operasi di Papua.

Dia menyatakan prajurit TNI harus mampu merangkul kelompok bersenjata agar mereka bisa kembali ke pangkuan NKRI.

Baca Juga:  Peluncuran 2 Kapal Patroli Terbaru TNI AL Buatan Dalam Negeri

“Satgas tidak harus memerangi KKB, namun mereka perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus karena mereka adalah saudara kita. Keberhasilan dalam tugas bukan diukur dengan dapat senjata namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI,” ujar dia.

Kepada para prajurit TNI AD, dia berpesan bahwa mereka bertugas di Papua demi pengabdian kepada bangsa dan negara, serta menjaga dan melindungi masyarakat Papua.

Dia mengatakan tolok ukur keberhasilan tugas seorang prajurit TNI ialah disayangi, dicintai, dibanggakan, dan dikagumi oleh rakyat Papua

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan