Kunjungan Polish Armament Group ke PT Pindad (Persero)

 

pgz1

Guna mencari celah kerjasama di bidang industri pertahanan, delegasi Polandia yang mewakili Polska Grupa Zbrojenow (Polish Armament Group), mengunjungi PT Pindad (Persero). Delegasi yang dipimpin oleh Thomas Mita sebagai President of the Board dari PGZ ini, diterima oleh Direktur Utama PT Pindad (Persero) Silmy Karim di Auditorium Gedung Direktorat bersama jajaran Direksi PT Pindad (Persero).


Thomas Mita, dalam kata sambutannya mengatakan jika PGZ merupakan perusahaan milik negara yang menjadi pemimpin pasar di industri pertahanan Polandia. Menurutnya, kunjungan ini merupakan salah satu kesempatan yang baik untuk mengenal Pindad secara lebih jauh. “Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengenal Pindad dan mengunjungi fasilitas produksinya secara langsung. Kami bisa mengetahui proses produksinya dengan baik,” tutur Thomas.

Ia pun mengatakan bahwa pihaknya ingin sekali menjalin kerjasama dengan PT Pindad (Persero) yang merupakan salah satu pelaku utama industri pertahanan nasional. “Kami memiliki beberapa anak perusahaan yang bidang produksinya sejalan dengan Pindad. Kami harap setelah kunjungan kami hari ini dan kunjungan Pindad ke perusahaan kami nanti, kita bisa mencari celah untuk kerjasama yang saling menguntungkan,” tambahnya.


Silmy Karim mengatakan bahwa pihaknya sangat terbuka akan kerjasama dengan pihak manapun, asalkan ada beberapa nilai tambah yang akan didapatkan kedua belah pihak. “Sejak hari pertama saya di Pindad, saya sangat terbuka akan kerjasama dengan beberapa perusahaan asing dunia. Salah satunya penandatanganan kerjasama dengan BAE System di London dua minggu lalu. Jadi kami sangat terbuka,” tutur Silmy.

Baca Juga:  Politikus PDIP Tolak Libatkan TNI Dalam Perangi Terorisme

Silmy menambahkan jika anggaran pertahanan Indonesia yang terus meningkat lima tahun terakhir membuat industri pertahanan nasional punya peluang untuk berkembang. “Anggaran pertahanan Indonesia terus meningkat dalam lima tahun terakhir ini membuat industri pertahanan Indonesia punya peluang besar untuk berkembang. Saya akan lakukan sebisa saya dalam mencari peluang untuk kerjasama Pindad dan PGZ,” tutur Silmy.

Rombongan delegasi Polandia kemudian mengunjungi beberapa fasilitas produksi PT Pindad (Persero) seperti Divisi Senjata dan Divisi Kendaraan Khusus untuk mengetahui proses produksi dan mencoba performa produk secara langsung. Rombongan sempat mengendarai Panser Anoa 6×6 dan mencoba menembak dengan menggunakan senapan serbu SS2, pistol mitraliur PM-2, dan pistol Combat G2.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan