Kurang Laku, Boeing Tawarkan F-15 

Meski saat ini sudah mulai upgrade pesawat ke generasi ke-5 dengan memiliki F-22 Raptor dan F-35A, AU Amerika Serika/AS sepertinya tidak mau melupakan pesawat tempur garis depan utamanya saat ini, F-15C Eagle.

Boeing, produsen F15 menawarkan program retrofit dan upgrade bertajuk F-15 2040C untuk F-15 Eagle yg mulai tua.

AU AS sendiri telah berniat mempertahankan pesawat tempur mesin ganda ini sampai beberapa dekade ke depan. Sampai pasokan F-22 dan F-35 mencukupi untuk menggantikan jumlah F-15. Diperkirakan butuh waktu paling cepat 25tahun.

Wajar karena AU AS terancam mengalami kekurangan pesawat tempur garis depan karena pembelian F-22 hanya sejumlah 187 unit saja dari rencana awal yang sejumlah 750 pesawat.

Nah, Boeing jelas mengincar program upgrade 300-an F-15C yang ada untuk menutup fighter gap yang dibutuhkan.

Selain bisnis, ini merupakan pertaruhan kelangsungan pabrik jet tempur Boeing karena order F-15 juga menipis, sehingga fasilitas produksi F-15 di St Louis terancam ditutup tahun 2020. Kalau order 84 F-15SA untuk Arab Saudi selesai pada 2019, pabrik Boeing akan menganggur karen tidak ada order dalam waiting list.

Saat ini Boeing juga sedang mengerjakan program upgrade EPAWWS (Eagle Passive Active Warning Survivabillity System) yang merupakan paket upgrade sistem pertahanan F-15 dari serangan elektronik.

Program 2040C atau F-15 Advanced tidak dikembangkan dari awal oleh Boeing, karena sebagian akan diambil dari program F-15 Silent Eagle yang gagal memenangkan kontrak di Korea Selatan.

Baca Juga:  Chengdu J-20 China Pesawat Siluman Bajakan

F-15 Advanced bakalan berganti struktur sayapnya agar bisa membopong lebih banyak senjata. Sayap baru ini memungkinkan aktivasi pylon nomor 1 dan 9 yang ada di ujung terluar sayap. Secara total F-15 Advanced akan memiliki 16 hardpoint untuk cantolan rudal.

Selain itu, jarak jangkau F-15C Advanced akan ditingkatkan dengan pemasangan CFT (Conformal Fuel Tanks) standar milik F-15E Strike Eagle. Dengan CFT, F-15 Advanced dapat memiliki radius tempur 900nm untuk misi udara-udara atau 1.000nm untuk misi udara-darat.

Peningkatan lain yang diharapkan dari F-15 2040C ini adalah pemberian kemampuan sebagai penghubung bagi seluruh pesawat tempur garis depan AU AS.

Kemampuan ini dihadirkan pada F-15C dengan penambahan pod komunikasi/ elektro optik Talon HATE yang menggabungkan antara sistem datalink standar MIDS/JTIDS Link 16 dengan sistem IRST (Infra Red Search and Track) yang bisa mendeteksi sasaran di udara secara pasif dan dapat diandalkan untuk mencari pesawat dengan RCS rendah.

F-15 2040C bakal bisa menutupi kelemahan F-22, yang selama ini bisa menerima data tetapi tidak bisa mengirimkan data ke F-16, F-15, atau F-35.

F-22 memang memiliki protokol data yang berbeda dari yang lain, mengandalkan IFDL (Intra-Flight Data Link), sehingga F-15C yang membawa HATE akan menjadi jembatan yang memungkinkan data yang ditangkap oleh F-22 ditransmisikan oleh F-15C Advanced ke pesawat tempur atau aset militer lain dengan datalink serupa.

Baca Juga:  AGM-114R9X Rudal Tanpa Peledak, Varian Hellfire ‘Berpedang’

HATE sendiri sudah diuji terbang oleh 422nd Test & Evaluation Squadron di Nellis AFB.

Kemampuan mengendus lawan pada F-15 2040C sendiri akan ditingkatkan dengan pemasangan radar AESA (Active Synthetically Scanned Array) Raytheon AN/APG-82(v)1 yang sudah diseleksi sejak 2007 dan akhirnya dipilih untuk program 2040C.

Kokpit pada F-15 2040C juga akan dirombak, dimana MFD (Multi Function Display) yang dianggap sudah tidak lagi memadai akan digantikan dengan LAD (Large Area Display) berukuran 11×19 inci.

LAD akan mendominasi seluruh kokpit dengan satu layar besar yang memiliki sejumlah panel informasi yang bisa disesuaikan sendiri oleh pilotnya hanya dengan sentuhan jari.


Yang paling menyenangkan bagi pilot, F-15C Advanced pun akan kebagian JHMCS (Joint Helmet Mounted Cueing System) yang menampilkan informasi dan kemampuan bidik langsung pada visor.


Spesifikasi F-15 Advanced :

– Panjang : 19,45 m
– Tinggi : 5,64 m
– Bentang sayap : 13,05 m
– Kecepatan maksimal : Mach 2,5
– MTOW : 36.741 kg
– Payload : 13.222 kg

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan