Laba PT Dahana Pembuat Bom Turun

Kinerja keuangan PT Dahana (Persero), BUMN produsen bahan peledak, tahun ini diperkirakan menurun dibanding tahun 2018 lalu. Pendapatan perseroan terkoreksi dari tahun sebelumnya Rp 1,9 triliun menjadi Rp 1,8 triliun di tahun ini.

Presiden Direktur Dahana, Budi Antono, mengatakan bahwa laba tahun 2019 akan berada di kisaran Rp 100 miliar atau lebih rendah dibanding tahun lalu Rp 133 miliar.

“Tahun lalu Rp 133 miliar, sekarang mungkin Rp 100 miliar-an lah kira-kira saya enggak hafal,” katanya di Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (12/11).

Rendahnya proyeksi kinerja Dahana ini karena ketatnya persaingan di industri bahan peledak. Dia mengatakan, saat ini ada 10 Badan Usaha Bahan Peledak (BU Handak).

Menurutnya, 10 badan usaha itu tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng perusahaan- perusahaan asing dalam kegiatan operasionalnya.

PT Dahana (Persero). Foto: Facebook/@Dahana.persero

“Jadi pengusaha asing hanya pinjam bendera saja, jadi yang aktivitas ini,” katanya.

Saat dikonfirmasi mengenai skema masuknya perusahaan asing itu, ia tak bisa memastikan. Kemungkinan, ia menuturkan, perusahaan lokal hanya berperan mendatangkan bahan peledak dan mendapatkan komisi.

“Iya mungkin mereka, mungkin ya saya enggak tahu, visinya beda dengan Dahana. Dahana visi misi beda menghasilkan (produk), menghasilkan industri. Kalau yang lain fee base, begitu ada kontraktor atau pengusaha asing. Misalkan, di Freeport, (ada) Orica tapi yang mendatangkan bahan peledak BU Handak lokal dibayar sekian dolar per ton, misalkan begitu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tawaran Kapal Patroli OPV & Fregate Gowind-2500 ke TNI AL Dengan Alih Teknologi

Sumber: kumparan.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan