Lagi, Pesawat Tempur Korea-Indonesia Tertunda Soal Lisensi Dari Amerika

Lagi, Kerja sama pembuatan jet tempur KF-X/ IF-X antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan tertunda karena harus menunggu persetujuan lisensi dari Amerika Serikat (AS), kata Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M. Fachir. 

Ini bukan yang pertama, AS sebelumnya juga telah menolak permintaan pembelian ataupun transfer teknologi untuk radar AESA guna dipasang di KF-X/IF-X. Penolakan ini membuat pihak Korea Selatan memilih untuk mengembangkan radar milik sendiri yang akan menambah molor proyek ini dari jadwal.

“Joint development untuk pesawat ini ada beberapa pending, terutama soal lisensi dari AS. Bukan penundaan kerja sama tetapi kita minta AS sebagai negara yang memiliki lisensi, dia harus memberikan izin dulu,” ujar Wamenlu Fachir di Jakarta, Senin.


Pernyataan tersebut disampaikan Wamenlu RI usai pertemuan pertama Dialog Strategis Kerja sama Tingkat Tinggi (HWLSD) Indonesia-Korsel di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.

KF-X / IF-X adalah program Korea Selatan dan Indonesia untuk mengembangkan pesawat tempur multiperan canggih untuk angkatan udara kedua negara.

Namun, Fachir menyebutkan kerja sama pembuatan pesawat tempur KF-X/ IF-X itu masih terhambat masalah izin lisensi dari Amerika Serikat.


“Untuk persetujuan lisensi dari AS, tahun kemarin delegasi dari Kementerian Pertahanan RI sudah ke AS. Ada baiknya kali ini kita, Indonesia dan Korsel, sama-sama. Ini kan untuk keberlangsungan proyek ini,” ujar dia.

Baca Juga:  Sambut Rudal Baru TNI AU Minta Warga Kosongkan Lahan Asset Satrudal Teluknaga

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa Indonesia akan mengandalkan pertahanan udara kepada pesawat tempur KF-X/ IF-X buatan bersama dengan Korea Selatan pada lima tahun mendatang.

Photo : Desain KF-X Fighter 7 (aviation)
Indonesia dan Korea Selatan pada Januari 2016 menandatangani perjanjian senilai 1,3 miliar dolar AS untuk pengembangan jet tempur baru.

Berdasarkan atas perjanjian itu, yang ditandatangani dengan Korea Aerospace Industries (KAI), Kementerian Pertahanan Indonesia akan menanam sekitar 1,6 triliun won (sekitar Rp13 triliun) dalam program Korea – Indonesia Fighter Experimental (KFX/ IFX).

Sumber : Antara

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan