Langkah Cerdas Partai Non Ahok Dorong 2 Cagub DKI

Beberapa aktifis partai Islam merasa kecewa saat koalisi anti Ahok ternyata harus terbelah jadi dua, antara kubu Cikeas dan Prabowo, yang masing-masing mencalonkan Calon Gubernur sendiri-sendiri. 

Sebagai informasi, Pilgub DKI berbeda dengan pilkada daerah lain. Untuk meraih kemenangan dalam satu putaran, seorang calon harus mengantongi suara 50+1% suara. 

Saat Pilgub DKI tahun 2013, Jokowi-Ahok yang menang di putaran pertama dengan 43% suara. Tapi tetap saja harus digelar putaran kedua karena suara pemenang kurang dari 51% suara. Peraturan ini sempat digugat di MK namun ditolak.

Jika lawan Ahok dalam Pilkada DKI nanti hanya 1 calon. Maka Ahok bisa sangat mudah sekali menang. 

Berdasarkan suveri beberapa lembaga suara masyarakat DKI yang Pro Ahok hanya 30%. Anti Ahok ada 30% dan ada 40% pemilih DKI yang masih mengambang belum memutuskan alias swingvoter. 

Jika aliansi partai non Ahok hanya menawarkan 1 pasangan calon. Dan ternyata calon itu gak disukai satu golongan aja dari orang-orang non kafir (baca: anti Ahok) maka Ahok bisa menang mudah, hitunganya: suara pro Ahok utuh 30% ditambah swing voter 21% totalnya 51%. 

Sedangkan suara anti Ahok malah berkurang karena ada golongan yang milih golput karena tidak suka pada figur yang dicalonkan. Hitunganya:  Suara anti Ahok 25% (yg 5% golput) Swingvoter 10% total anti Ahok hanya dapat 35% suara saja. Yang 14% golput!

Baca Juga:  Daftar Institusi Militer Yang Terima Dana Milyaran Dari Ahok

2 lawan = 2 putaran.

Adanya 2 lawan berarti bakal ada 2 putaran untuk Pilgub DKI. Pasangan Cikeas sangat menarik bagi kaum wanita, terutama ibu-ibu majlis taklim yang udah bosan kata-kata kotor Ahok.

Pasangan dari G-PKS sangat menarik bagi kaum agamis semua kalangan, baik yang fundamentalis ataupun liberalis. 

Adanya figur Anis Baswiedan akan membuat kalangan Islami liberis harus ngaca pada spion mobil. Selama ini mereka anti sama Habib FPI karena Tutur katanya yang keras dan pedas. Bukankah cara bicara Habib FPI itu sama saja dengan gaya bicara Ahok? penuh emosi? Jika mereka masih aja dukung Ahok daripada Anis, berarti ya sebenarnya sama aja to?

Lalu siapa yang akan lolos ke putaran ke-2 dari lawan Ahok? siapapun dia berpotensi mengalahkan Ahok. Pada putaran kw-2 nanti, semangatnya adalah mengalahkan musuh bersama dengan mengubur semua idealisme. Pokoknya bukan Ahok!.


Be the first to comment

Tinggalkan Balasan