Lawan Amerika, Iran dan Venezuela Jalin Kerja Sama Untuk 20 Tahun Ke Depan

Iran dan Venezuela menandatangani kesepakatan 20 tahun di Teheran tentang kerja sama antara dua sekutu, dua produsen minyak utama dunia yang dikenai sanksi Amerika Serikat.

Rencana tersebut mencakup kerjasama di bidang minyak, petrokimia, pertahanan, pertanian, pariwisata dan budaya, dan ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian dan Carlos Faria dari Venezuela pada Sabtu 11/06/2022 Ini juga mencakup perbaikan kilang Venezuela dan ekspor layanan teknis dan rekayasa.

Upacara penandatanganan, yang disiarkan oleh TV pemerintah Iran, dihadiri oleh Presiden Iran Ebrahim Raisi dan mitranya dari Venezuela, Maduro, dan berlangsung di Istana Saadabad di Teheran utara.

“Venezuela telah menunjukkan perlawanan teladan terhadap sanksi dan ancaman dari musuh dan Imperialis,” kata Raisi dari Iran. “Dokumen kerja sama 20 tahun ini merupakan kesaksian atas keinginan kedua negara untuk mengembangkan hubungan,” tambahnya.

“Sanksi dan ancaman terhadap bangsa Iran selama lebih dari 40 tahun terakhir telah banyak, tetapi bangsa Iran telah mengubah sanksi ini menjadi peluang bagi kemajuan negara,” katanya.

Maduro mengatakan bahwa penerbangan mingguan dari Caracas ke Teheran akan dimulai pada 18 Juli.

Maduro, yang tiba di Teheran pada hari Jumat, sedang dalam kunjungan dua hari dan mengepalai delegasi politik dan ekonomi tingkat tinggi. Sebelumnya, ia mengunjungi Turki dan Aljazair.

Maduro dan Raisi kemudian menghadiri upacara yang menandai pengiriman ke Venezuela dari empat kapal tanker minyak berukuran Aframax, dengan kapasitas masing-masing 800.000 barel, yang telah dipesan dari perusahaan SADRA Iran, kata kantor berita negara Iran IRNA.

Baca Juga:  India Minta Rusia Percepat Pengiriman S-400 Untuk Hadapi China

SADRA telah berada di bawah sanksi AS selama lebih dari satu dekade karena hubungannya dengan Pengawal Revolusi elit Iran.

Iran dan Venezuela telah memperluas kerja sama sejak 2020, khususnya dalam proyek energi dan pertukaran minyak.

Pada bulan Mei, Perusahaan Teknik dan Konstruksi Minyak Nasional Iran milik negara menandatangani kontrak senilai sekitar 110 juta euro ($ 115,72 juta) untuk memperbaiki kilang minyak Venezuela yang banyak rusak karena disabotase pendukung anti pemerintah yang disokong barat.

Kesepakatan itu disegel setelah negosiasi baru-baru ini dihadiri oleh Menteri Perminyakan Iran Javad Owji, yang berada di Venezuela awal bulan lalu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan