Lebih Banyak Warga Amerika Yang Mati Karena Kriminalitas Daripada Terorisme

Sementara Amerika Serikat telah menghabiskan 4 triliun dollar untuk membiayai perang melawan Terorisme, jumlah penduduk Amerika yang mati karena kriminalitas warganya sendiri ternyata lebih banyak demikian menurut laporan yang dirilis oleh Universitas Harvard. Angka 4 trilliun itu tidak termasuk dana milyaran dollar yang dihabiskan oleh CIA dan NSA.

“15 tahun setelah serangan 9/11, rakyat Amerika tidak merasa lebih aman. Keamanan dan Kebebasan justru semakin berkutang,” kata diplomat Amerika Serikat, Jim Jatras seperti dikutip dari sputniknews.com

Menurut data dari situs keamanan New America, 94 warga USA telah tewas oleh serangan teroris jihad di Amerika Serikat sejak 9/11. Angka ini berasal dari sepuluh insiden terpisah yang telah terjadi dalam 15 tahun terakhir.

Sebagai perbandingan, ekstrimis sayap kanan Amerika telah menewaskan 48 orang pada periode yang sama. Angka ini merupakan hasil dari 18 insiden terpisah, yang sebagian besar adalah penembakan massal.

Penyebab kematian lain selain terorisme dan senjata api juga lumayan banyak memakan korban. Petir menyumbang 31 kematian setiap tahunnya, sementara mesin pemotong rumput bersalah membunuh 69 orang setiap tahun, menurut Centers for Disease Control. Untuk kawasan pedestrian, pejalan kaki ditabrak bus mengakibatkan 264 kematian setiap tahunnya, sementara jatuh dari tempat tidur menyebabkan kematian mendadak mencapai 737 korban jiwa setiap tahun.

Sementara 11.000 warga Amerika mati karena penembakan antar warga sendiri. Berikut ini datanya,

Baca Juga:  Tahun 2017, Zohri Merasa Dicuekin Pemprov NTB Saat Kejuaraan ASEAN

terorist-ve-extremist

https://twitter.com/TheRevengerists/status/775348789829832705/photo/1?ref_src=twsrc%5Etfw

“Balita yang menemukan pistol lalu menembakkanya, ada yang mengenai orang lain dan ada yang membunuh dirinya sendiri. Ini adalah kasus gunung es yang angkanya lebih besar dari yang diduga orang, karena jika korban yang mati hanya si Balita banyak yang tidak dilaporkan ke Polisi” tulis editorial the Washington Post.

Jumlah tepat korbanya bervariasi. Sementara beberapa sumber menempatkan angka pada sekitar 12.000, the washington post mengklaim jumlah ini jauh lebih tinggi, dengan total lebih dari 13.000 kematian karena senjata api di Amerika Serikat setiap tahun.

Berbeda dengan kasus terorisme, dimana pemerintah Amerika langsung cepat tanggap meluncurkan dua perang yang menguras uang negara dan tindakan keras terhadap kebebasan sipil.

Anggota parlemen Amerika justru menolak untuk mengesahkan undang-undang reformasi tentang senjata api. Estimasi menunjukkan bahwa ada sekitar satu senjata di Amerika Serikat yang dimiliki setiap warga negara sipilnya.

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan