Lemot, Baterei Kapal Selam Baru Sudah Diganti

Kemampuan Kapal Selam hasil kerjasama Indonesia – Korea Selatan, KRI Nagapasa, masih belum maksimal karena tenaga Baterei yang kurang mumpuni.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, mengakui bahwa tenaga dari kapal selam paling anyar TNI Angkatan Laut (AL) itu masih kurang.

Namun pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak Korea Selatan, yakni Daewoo Shipbuilding And Marine Engineering (DSME), untuk melakukan perbaikan.

Saat ini baterai kapal selam tersebut sudah diganti, dan kondisi KRI Nagapasa sudah kembali prima.

“Batrainya sudah diganti,” ujarnya kepada wartawan di Ponpres, Al Hikam, Beji, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/10/2017).


KRI Nagapasa adalah kapal selam kelas cakra, yang nilai per unitnya mencapai 1,1 miliar dollar Amerika Serikat (AS) 1.400 ton.

KRI Nagapasa termasuk kapal selam jenis Type 209/140, yang bertenaga disel dan elektrik. Saat melaju di permukaan air, kapal selam tersebut memanfaatkan mesin disel sembari menyimpan tenaga di baterai.

Sedangkan saat menyelam mesin disel di kapal selam tersebut akan dimatikan, dan kapal selam akan bergerak dengan tenaga yang tersimpan di baterai.


Indonesia dan Korea Selatan, sudah sepakat memproduksi tiga unit kapal selam, yang sudah selesai di produksi adalah KRI Nagapasa, yang sebagian besarnya adalah komponen dari Korea
Selatan.

Rencananya dalam dua unit terakhir, komponen
buatan dalam negeri akan ditingkatkan.

Sumber: Tribbunews.com

Baca Juga:  Mayor Pnb Anton “Sioux” Pallaguna Capai 1000 Jam Terbang Dengan Sukhoi
Advertisements

2 Komentar

  1. Serius??? Baterai adalah perangkat yang sangat vital untuk kasel… tindakanya terkesan terlalu sepele untuk komplain yang melibatkan antar negara

Tinggalkan Balasan