Lewat Speaker, Korsel Jadikan Kisah Sang Pembelot Bahan Perang Propaganda ke Korut

Korea Selatan (Korsel) benar-benar memanfaatkan kisah dramatis pembelotan pasukan Korea Utara (Korut) mereka menjadikan kisah tersebut bahan propaganda dengan terus memutar kisah dan keadaan terkininya melalui pengeras suara yang disiarkan dan diarahkan ke wilayah korea utara.

Pasukan Korea Selatan menyiarkan update pada hari Minggu tentang kondisi gizi tentara Korut yang memberikan pukulan kepada Korut terkait permasalah kesehatan. Siaran dilaporkan sangat keras hingga orang-orang yang berjarak 12,4 mil (6KM) dari DMZ dapat mendengarnya.

“Kondisi gizi tentara Korea Utara yang baru saja menyebrang melalui Panmunjom telah membuka selubung (terkait masalah kesehatan di Korut),” kata seorang pejabat seperti disitir Fox News dari kantor berita resmi Korsel Yonhap, Senin (27/11/2017).

Ahli bedah yang beroperasi di Oh menemukan “sejumlah besar” parasit yang merayap di tubuhnya, termasuk cacing yang panjangnya 11 inci tertanam di saluran pencernaannya.

Sementara itu ahli bedah John Cook-Jong Lee mengatakan pada hari Kamis bahwa pembelot adalah orang yang cukup baik yang telah mengulangi mimpi buruk tentang kembalinya rezim volatil tersebut.


“Dia mengatakan kepada saya bahwa dia sangat berterima kasih kepada warga Korea Selatan karena telah menyelamatkan nyawanya dan memberinya banyak darah,” kata Lee.


Pejabat Korsel dilaporkan berencana menginterogasi Oh saat ia sembuh dari luka-lukanya.

Pembaruan yang konsisten telah disiarkan melalui pengeras suara militer Korsel sejak tentara tersebut ditembak lima kali saat berlari melintasi Area Keamanan Bersama (JSA) pada 13 November.

Baca Juga:  Rusia Tarik Mundur Pengawas Militer dari Timur Ukraina

Operasi penyiaran ini bagian dari perang psikologis yang sedang berlangsung antara duo Korea. Pengeras suara raksasa diaktifkan kembali pada bulan Januari 2016 setelah uji coba nuklir keempat Korut.

Pengeras suara juga dilaporkan digunakan untuk propaganda guna meyakinkan tentara Korut untuk meragukan rezim Kim Jong-un dan bahkan meyakinkan mereka untuk membelot ke Selatan, lapor BBC. Speaker tersebut telah digunakan secara sporadis sejak berakhirnya Perang Korea. (sindonews)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan