Lockdown di Malaysia Sukses Bendung Virus Corona Menyebar

Lockdown di Malaysia yang melibatkan Angkatan Tentara Malaysia (ATM) TNI-nya Malaysia, sukses membendung penyebaran virus Corona hingga 90%, setelah satu pekan dilaksanakan. Lockdown sendiri direncakan akan dilakukan sampai 31 Maret.

“Informasi yang saya terima makin bertambah baik. Laporan yang saya terima dari lapangan, dari polisi dan tentara, hampir 90 persen meskipun ada yang tidak mematuhi. Saya harapkan kalau bisa sampai 100 persen,” ujar Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, Senin (23/3).

Dalam kondisi ini Lockdown ini, hanya para lelaki yang diizinkan keluar rumah untuk membeli bahan pokok dan obat-obatan dari toko atau apotik di kawasan setempat.

“Kalau sekiranya tindakan Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) dibantu lembaga lain ada perbaikan, termasuk kerja sama dengan perkumpulan jamaah tablig, kemudian kalau data dan angka yang kita lihat lebih rendah sebelum tamat (31/3) maka Majelis Keselamatan Negara (MKN) akan menggelar rapat,” katanya.

Keberhasilan ini akan dikaji lagi, apakah Lockdown perlu diperpanjang atau tidak.

“Intinya, kalau kita berdiam diri di rumah dan tidak kontak dengan tetangga maka virus tidak akan menular. Ini penting dilakukan selain menjaga kesehatan dan kebersihan tangan sepanjang masa,” kata mantan menteri dalam negeri tersebut.

Menurut Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yakoob kepatuhan warga negara dalam melakukan Lockdown ini mencapai 92 persen.

“Pelibatan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) bersama Angkatan Tentara Malaysia (ATM), RELA (Relawan Negara), dan lainya telah mengadakan pembatasan lalu lintas jalan raya sebanyak 1.903 kali. Ini merupakan peningkatan sebanyak 98 persen,” katanya.

Baca Juga:  Pakistan Borong 48 Drone Multi-Role Wing Loong II Buatan China

Dia mengatakan, sebanyak 120.615 kendaraan diperiksa dan dinasihati untuk mematuhi perintah. Pihak PDRM juga telah membuat sebanyak 1.719 imbauan di seluruh negara.

“Pergerakan warga dari satu negeri ke satu negeri (provinsi) atau dari daerah ke daerah lain adalah tidak dibenarkan sama sekali,” katanya.

Melihat tingginya akan penularan Covid-19 di Indonesia, perlukah pemerintah melakukab Lockdown juga?

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan