Lockheed Martin Dapat Kontrak Kedua untuk Pengembangan Senjata Hipersonik Amerika

Pentagon telah memberikan kontrak Angkatan Udara Amerika Serikat senilai $ 480 juta kepada Lockheed Martin untuk prototipe senjata hipersonik kedua yang dikenal sebagai Air-Launched Rapid Response Weapon (ARRW) atau “Arrow”.

Di bawah kontrak tersebut, Lockheed Martin akan memberikan “review critical design ARRW dan uji dan dukungan kesiapan produksi”, Departemen Pertahanan AS mengumumkan pada hari Senin (14/08).

Pekerjaan akan dilakukan di Orlando, Florida, dan diharapkan akan selesai pada 30 November 2021.


Dana Penelitian, pengembangan, tes dan evaluasi tahun fiskal 2018 dalam jumlah $ 5 juta ditetapkan pada saat pemberian kontrak, tambahnya.

Lockheed Martin menerima kontrak pertama untuk senjata hipersonik senilai $ 928 juta pada bulan April. Hypersonic Conventional Strike Weapon (HCSW), yang dilafalkan “Hacksaw,” adalah salah satu dari dua prototipe senjata hipersonik yang tengah dikejar oleh Angkatan Udara AS untuk mempercepat penelitian dan pengembangannya.

Menurut pernyataannya, AU As menginginkan “kemampuan serang presisi yang segera (hypersonic/hypervelocity) terhadap sasaran permukaan bernilai tinggi yang diam atau yang dapat dipindahkan yang peka waktu di suatu lingkungan tempur atau multi theater dalam lingkungan yang berat.


Senjata tersebut akan memanfaatkan Global Positioning System dan Inertial Guidance System untuk navigasi dan pemandu terminal dengan hulu ledak yang disediakan oleh pemerintah AS”.

Sumber : defenseworld.net, TSM Angga Saja

Baca Juga:  Ahli Militer Irak: Senjata Buatan Rusia Lebih Baik daripada Buatan AS

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan