M-48 Pere, Tank Peluncur Rudal Israel Khusus Buat Musuh Bebuyutanya Suriah

Ternyata banyak pembaca yang belum mengetahui, bahwa Suriah sepanjang sejarahnya tak pernah sekalipun mengucap kata “damai” atau berdiplomasi dengan Israel. Sedangkan Turki adalah negara paling akrab dengan Israel karena ounya hubungan diplomatik yang erat.

Secara praktik, Suriah dan Israel masih terus berperang karena dua negara ini tak pernah berdamai di meja diplomasi. Israel sendiri juga mengakui bahwa musuh paling berat adalah Suriah.

Ketika terjadi perang 1973, perencana militer Israel menyadari Israel Defence Force (IDF) memerlukan senjata tambahan untuk menghentikan formasi tank Suriah yang besar di Dataran Tinggi Golan.

Untuk tujuan ini, IDF kemudian mengkontrak Rafael Advanced Defense Systems untuk mengkonversi tiga batalyon (sekitar 40) tank M48 usang sehingga mereka bisa menembakkan misil Tamuz (‘Orange’). Konversi pertama selesai pada tahun 1982. Proses ini melibatkan instalasi menara baru dengan 12 peluncur rudal, serta antena elevating untuk berkomunikasi dengan rudal selama penerbangan mereka.

Dikenal sebagai Pere (‘Savage’), kendaraan lapis baja yang dihasilkan relatif baik dan memiliki mobilitas untuk bersaing dengan divisi lapis baja IDF. Kendaraan ini diawaki empat orang: komandan, dua penembak, dan sopir.


Setelah memerintahkan untuk menembak koordinat tertentu, kru meluncurkan Tamuz menuju lokasi, menggunakan bimbingan dari kamera yang ada dalam hidung untuk mengidentifikasi target dan kemudian secara manual mengarahkan rudal ke arah itu. Sistem bimbingan membatasi setiap Pere hanya bisa menembakkan satu rudal pada satu waktu.

Baca Juga:  Ilusi atau Nyata? HAARP Senjata Pengontrol Cuaca Amerika Serikat

Pere yang dilengkapi dengan dummy barrel dengan meriam utama 105 mm tiruan untuk memberikan kesan mereka masih merupakan tank. Akibatnya intelijen Suriah tidak mempertimbangkan kendaraan sebagai ancaman lain selain sebuah tank biasa jika dilihat dari belakang garis depan pertempuran. Padahal Pere sudah dalam posisi untuk membombardir dengan rudal anti-tank jarak jauh.

Hal ini yang menjadikan kendaraan dan rudal Tamuz harus tetap menjadi rahasia yang dijaga ketat. IDF mengakui keberadaan Tamuz pada 2011, ketika beberapa rincian dirilis.

Namun, Pere terus menjadi misteri.
Lingkungan keamanan Israel telah berubah secara dramatis sejak konsepsi kendaraan. Pada tahun 2005 ancaman perang konvensional telah memudar, dan digantikan oleh konflik terhadap senjata berat, musuh asimetris seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Jalur Gaza.

Namun demikian, Pere terus memainkan peran penting dalam menyediakan kemampuan serangan presisi stand-off yang digunakan IDF untuk menangani insiden lintas batas atau terlibat pada musuh selama konflik skala penuh.


Armada Pere telah ditingkatkan untuk tetap relevan dengan kebutuhan operasional kontemporer. Kendaraan yang sekarang terhubung ke sistem perintah dan kontrol Torch IDF, yang memungkinkan mereka untuk menerima data koordinat target dari berbagai sumber.

Berbeda dengan tank Mk 4 Merkava, Pere belum dilengkapi dengan sistem pelindung aktif Rafael Trophy. Selama tidak ada kebutuhan untuk bergerak di (wilayah musuh), Pere akan berada jauh dari garis depan, seperti yang terjadi selama Operation ‘Protective Edge’.

Baca Juga:  Jaguar, Panser Buatan Perancis Full Sensor

Pere dapat Juga digunakan untuk menembakkan rudal Tamuz 2 dengan jangkauan 15 km atau rudal Tamuz 4 dengan jangkauan 30 km. Rafael mengatakan kepada IHS Jane bahwa Tamuz 4 mirip dengan Tamuz 5, yang merupakan rudal Spike NLOS untuk Israel. Perbedaan utama adalah bahwa Tamuz 5 memiliki kemampuan malam hari dan dapat digunakan dengan sistem pemandu laser semi-aktif.

Penggunaan operasional pertama Pere itu tidak sampai tahun 2005, ketika untuk menembak penyerang Palestina di Jalur Gaza. Kemudian ketika berpartisipasi dalam perang dengan Hizbullah Juli-Agustus 2006, unit Pere menembakkan 527 rudal. Dalam Operasi ‘Cast Lead’ 2008-2009 terhadap Hamas di Jalur Gaza, Pere menembakkan 26 rudal Tamuz.

Sejak pecahnya perang saudara Suriah pada 2012, Pere telah dikerahkan ke Dataran Tinggi Golan untuk melakukan berbagai serangan terhadap posisi Suriah sebagai balasan atas tembakan lintas perbatasan musuh. Baru-baru ini, kendaraan tersebut menembakkan 433 rudal selama 50 hari Operasi ‘Protective Edge terhadap Hamas.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan