M. Sholeh, Korban Latihan Doopper TNI

Tentara Nasional Indonesia mengundang decak kagum saat video latihan perembesan atau veer doop menjadi viral di dunia maya tahun 2017.

Dalam latihan simulasi pertempuran tersebut, calon prajurit harus merayap lalu dihujani peluru tajam di kanan kiri, dari senapan semi otomatis. Karakter peluru senapan ini punya deviasi atau melenceng dari sasaran cukup jauh sehingga pelatih yang menembak harus benar-benar terlatih jika tidak, akan melukai siswa.

Salah satu prajurit TNI yang menjadi korban adalah taruna tingkat pertama Koptar Mochamad Socheh yang meninggal ketika latihan perembesan / doopper tahun 1960.

Di zaman tersebut, latihan dopper menggunakan peluru kaliber 7.62 mm yang dihentakkan dari senapan GPMG / General Purpose Machine Gun. Jauh lebih berbahaya daripada sekarang. Almarhum Koptar M. Sholeh meninggal saat sebuah peluru menembus helm baja yang dikenakan di kepalanga.



Untuk mengenangnya, helm yang dikenakan korban saat ini disimpan di Musium Taruna Abdul Jalil, AKMIL Magelang. Meskipun peristiwa tersebut sudah berlangsung lama, namun pengguna helm tersebut masih menjadi ‘penghuni abadi’ Akmil yang dikenal dengan sebutan Taruna Merah.

Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa.

Baca Juga:  Korpaskhas : Insiden Ledakan di Riau Akibat Kelalaian Kami

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan