Mahatir Kritik Kashmir di PBB, India Balas Embargo Minyak dan Pesawat

Hubungan Malaysia dan India memanas, dua negara persemakmuran Inggris ini tiba-tiba berseteru setelah Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Muhammad, mengkritik kebijakan India di Kashmir.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bulan lalu di PBB bahwa India telah “menyerbu dan menduduki” Jammu dan Kashmir dan meminta New Delhi untuk bekerja dengan Pakistan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sebagai balasan, India berencana untuk membatasi pembelian (impor) minyak kelapa sawit dari Malaysia. Embargo ini sebagai reaksi terhadap sikap Perdana Menteri Malaysia Dr Mahatir Mohammad yang mengkritik kebijakan New Delhi atas tindakannya di wilayah sengketa Kashmir.

Sebagai gantinya India yang merupakan Importir minyak nabati terbesar di dunia berencana untuk membeli minyak kelapa sawit dari negara lain seperti Indonesia, Argentina dan Ukraina. Jika embargo tersebut dilaksankan maka semakin terpuruklah industri kelapa sawit Malaysia setelah sebelumnya Uni Eropa pun juga menolak membeli minyak sawit dari Malaysia.

Jika dikaitkan dengan Sektor pertahanan Malaysia pun berencana untuk membeli peralatan militer yang akan ditukar dengan Minyak kelapa sawit dengan berbagai negara seperti China, Rusia, India, Pakistan dan Turki. Bukan rahasia lagi bahwa Malaysia sangat ingin untuk membeli jet tempur Tejas buatan India untuk memenuhi proyek pesawat tempur ringan AU Malaysia, namun dengan marahnya India maka pupuslah harapan Malaysia untuk mendapatkan Tejas.

Baca Juga:  Rusia Pecahkan Rekor Pengisian BBM Pesawat Tempur di Udara

Sumber: reuters/world defense news

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan