Malaysia Bantah Terima Tawaran Peluncur Roket dan Radar dari China

Tentara Diraja Malaysia mengatakan pada hari Kamis (10/08) bahwa mereka tidak mendapatkan penawaran dari China untuk membeli peluncur roket canggih dan sistem radar yang akan ditempatkan di ujung selatan negara Asia Tenggara tersebut, yang membantah laporan media sebelumnya.

Bantahan tersebut menyusul laporan bahwa delegasi China yang mengunjungi Malaysia minggu ini telah menawarkan untuk
menempatkan peralatan militer di Johor, sebuah negara bagian Malaysia yang berbatasan dengan Singapura.

Mengutip narasumber yang tidak diketahui, portal berita Malaysia Insight mengatakan bahwa delegasi tersebut mengajukan penawaran tersebut pada hari Rabu (09/08) , setelah peluncuran proyek rel kereta senilai $13 miliar yang sedang dibangun oleh China.

Juru bicara militer Malaysia mengatakan bahwa penawaran tersebut belum diterima.

“Sejauh yang diketahui oleh pihak angkatan bersenjata, belum ada penawaran semacam itu,” kata juru bicara Angkatan Bersenjata Malaysia kepada Reuters melalui telepon.

Menurut laporan tersebut, hingga 12 unit sistem peluncur roket artileri MLRS AR3 ditawarkan dalam program pembelian dengan jangka waktu pinjaman 50 tahun.

Besar pinjaman atau biaya persenjataan tidak disebutkan dalam laporan tersebut. Jenis sistem radar juga tidak disebutkan.

Straits Times Singapura juga memberitakan penawaran tersebut, mengutip sebuah sumber pemerintah senior Malaysia pada hari Kamis (10/08) yang mengatakan bahwa pihaknya “sedikit mengetahui” pembicaraan antara Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan Dewan Penasihat Negara China Wang Yong pada upacara ground-breaking untuk proyek kereta api tersebut.

Baca Juga:  Irak Terima 21 Pesawat F-16 Dari Amerika Serikat

The Straits Times mengatakan keputusan tegas mengenai proposal tersebut hanya akan dilakukan dalam sebuah kunjungan yang direncanakan oleh Presiden China Xi Jinping ke Malaysia akhir tahun ini.

“Ini pertama kalinya saya mendengar hal itu,” kata Mohammad Irwan Serigar Abdullah, treasury secretary-general Malaysia, saat ditanya oleh Reuters tentang penawaran China tersebut.


Kementerian Luar Negeri China mengajukan pertanyaan ke Kementerian Pertahanan. Kementerian Pertahanan menolak berkomentar, mengatakan bahwa ekspor senjata bukanlah bagian dari kewenangannya.


Sistem roket artileri AR3 dikembangkan oleh Tiongkok khusus untuk ekspor. Sistem peluncur roket ini pertama kali mulai digunakan pada tahun 2011 dan dianggap sebagai salah satu unit MLRS paling kuat yang pernah ada.

Malaysia menandatangani kesepakatan untuk membeli empat kapal littoral mission dari Tiongkok pada tahun lalu.

Sumber : reuters.com

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan