Mantan Jenderal Israel Bocorkan Rahasia Kelemahan Negaranya

Jenderal Yitzhak Brick. Gambar: Israelnationalnews.com

Seorang pensiunan tentara Israel Defense Force (IDF), Mayor Jenderal Yitzhak Brick, secara blak-blakan menyebut bahwa para pasukan IDF sedang tidak siap perang, baik secara mental ataupun kemampuan.

Jenderal ini baru saja pensiun dari dinas militer IDF dengan jabatan terakhir sebagai ombudsman IDF.

“Israel saat ini membentuk tentara ke dalam situasi di mana ia dapat memberikan jawaban atas dua ancaman Lebanon dan Gaza. Tampaknya telah terjadi perubahan di Timur Tengah, Suriah telah kembali. Ancaman utama yang belum dipertimbangkan sudah dekat kita,” ucapnya.

“Bagaimana Anda membangun pasukan tanpa mempertimbangkan perubahan di Timur Tengah? Ini adala sesuatu tidak bertanggung jawab di tingkat nasional,” sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (10/1).


Doa mengatakan misinya sebagai ombudsman adalah memecahkan gelembung ilusi IDF, yakni apa yang terjadi dengan militer Israel, perkembangan apa saja, hanya boleh diketahui oleh lingkup internal.

“Rahasia terdalam militer, bahwa mereka melakukan segalanya untuk menjaga keamanan, adalah bahwa apa yang terjadi di militer tetap ada di sana. Mereka telah melakukannya dengan sukses luar biasa sampai hari ini, sampai Brick ini datang dan memecahkan gelembung,” ungkapnya.

Bricks sendiri memang dikenal sebagai pengkritik militer Israel, bahkan sejak dia masih menjabat. Juni lalu, ia mengutip kekurangan dokter dan psikiater, serta langkah-langkah pemotongan biaya, yang katanya memiliki efek negatif pada moral para perwira muda dan NCO.

Baca Juga:  Pesawat Siluman J-20 China Bayangi F-22 Raptor AS saat Latihan di Korea

Brick menyalahkan kelemahan ini pada strategi reformasi lima tahun yang dirilis tahun 2015, yang mengusulkan pengurangan jumlah prajurit yang berkarir menjadi kurang dari 40 ribu, dan mengurangi wajib militer sebanyak tiga bulan untuk pria. Perubahan ini mengakibatkan kelelahan dan hilangnya motivasi di antara pasukan IDF.

Sumber: Sputnik, IsraelNationNews, Sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan