Mantan Komandan Militer AS Prediksi Negaranya Kalah Jika Perang Melawan Korut

Mantan komandan militer AS Purnawirawan Letjen Jan-Marc Jouas mengatakan, AS bisa kalah dalam perang melawan Korea Utara (Korut). Menurutnya, kekalahan bisa disebabkan oleh kekurangan jumlah personil dan pasokan.

“Pasukan Amerika sangat kalah jumlah dengan pasukan Korut, begitu juga kekuatan [sekutu] yang akan melakukan banyak pertempuran,” kata Jouas, dalam sebuah surat kepada anggota Kongres, yang diperoleh Newsweek, Jumat (10/11).

Dikatakan dia, AS akan menghadapi masalah dalam mencari bala bantuan atau pasokan baru. Markas mereka bahkan dapat diserang oleh senjata konvensional atau senjata kimia, yang selanjutnya akan menunda masuknya mereka ke dalam perang.

Jouas mengatakan, tindakan militer terhadap rezim Kim Jong-un kemungkinan akan memicu perang skala penuh. Namun, hal itu tidak akan menghancurkan kemampuan nuklir Pyongyang secara total.

“Korban yang luar biasa dan krisis pengungsi akan mencakup lebih dari 100 ribu orang Amerika yang tidak berperang,” katanya. Menurut Jouas, penggunaan senjata nuklir oleh Pyongyang tidak bisa dikesampingkan.


Jouas adalah komandan Pasukan AS Korea dari Januari 2012 hingga pensiun di awal 2017. Personil AS di Korea Selatan (Korsel), kata dia, berjumlah sekitar 28.500 orang, meski laporan berita menunjukkan angka yang berbeda.


Perang habis-habisan dengan Korut akan sangat berdarah, karena negara tersebut memiliki sejumlah besar persenjataan yang siap ditujukan ke Seoul. Ibu kota Korsel ini hanya berjarak beberapa mil dari zona demiliterisasi.

Baca Juga:  Rusia Akan Kirim 4 Helikopter Mi-17v5 Pesanan Thailand

Menurut Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR), sebuah kelompok think tank AS, Pyongyang memiliki 1,1 juta personil di angkatan bersenjatanya.

“Meskipun Pyongyang kalah oleh negara-negara tetangga dan lawannya dalam perbandingan dolar-ke-dolar, para ahli pertahanan mengatakan mereka beroperasi dengan peralatan dan teknologi canggih. Posisi militer dan rudal yang dikerahkan ke Seoul memastikan kemampuan konvensional Pyongyang tetap menjadi ancaman konstan bagi tetangga di selatannya itu,” ujar CFR.

Surat Jouas muncul saat ketegangan antara AS dan Korut semakin meningkat. Namun, Trump tampaknya telah memberikan sedikit nada lembut untuk Korut. “Masuk akal bagi Korut untuk berunding dan membuat kesepakatan yang baik untuk rakyat Korut dan dunia,” kata dia saat berkunjung ke Seoul.

Sumber: Republika

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan