Marinir Rusia Gelar Latihan di Suhu Dingin Ekstrem Minus 30 Derajat

Kewaspadaan dunia Barat akan militer Rusia terjadi tidak hanya karena Moskwa mempunyai senjata yang canggih.

Kemampuan tempur setiap anggota pasukan “Negeri Beruang Merah” juga unggul karena telah melalui latihan berat.

Seperti dalam video yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia, dilansir dari Daily Mirror, Senin (29/1/2018).

Dalam video tersebut, ditampakkan anggota marinir menggelar latihan di Murmansk, sebuah kota di barat laut Rusia.

Mereka menggelar latihan militer menggunakan senapan serbu AK-47, granat berpeluncur roket (RPG), dan berbagai peledak lain.

Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa suhu di Murmansk saat itu mencapai minus 30 derajat celsius.

” Marinir kami menjalani latihan dalam berbagai cuaca ekstrem agar siap bertempur kapan pun dan di mana pun,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan.

Murmansk, kota terbesar dunia di lingkaran Arktik, adalah benteng Rusia saat Perang Dunia II (kala masih bernama Uni Soviet) dan era Perang Dingin.


Kota tersebut tidak difungsikan sebagai pangkalan militer sejak Perang Dingin berakhir.

Namun, Murmansk tetap menjadi kota pelabuhan utama Samudra Arktik dan tempat terdekat dari Severomorsk, tempat Armada Utara Rusia bernaung.

Sejumlah analis militer menyatakan, seiring tensi ketegangan dengan dunia Barat meningkat, Kremlin disebut mempertimbangkan mengaktifkan Murmansk sebagai benteng.


Selain itu, kompetisi penambangan mineral yang semakin ketat di Arktik mendorong Rusia untuk lebih menempatkan militernya di sana. (kompas.com)

Baca Juga:  Mengenal British Parachute Regiment, Andalan First Strike

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan