Marinir TNI AL Terima Versi Upgrade Tank Ringan PT-76P, Tua-tua Keladi!

Perusahaan Indonesia PT Lumindo Artha Sejati telah meningkatkan tangki amfibi ringan Korps Marinir Indonesia PT-76P. PT-76 (Plavayushchiy Tank 76 atau Floating Tank 76) adalah tank amfibi Soviet yang diperkenalkan pada awal 1950-an dan segera menjadi tank pengintai standar Angkatan Darat Soviet dan angkatan bersenjata Pakta Warsawa lainnya. 76 adalah singkatan dari kaliber persenjataan utama: meriam D-56T berdiameter 76,2 mm. Produksi dilakukan di Pabrik Traktor Volgograd dari tahun 1958 hingga 1967 dan total lebih dari 12.000 yang diproduksi untuk pasar dalam negeri dan ekspor.

Meriam 76-mm digantikan dengan Meriam Mk.III John Cockerill kaliber 90mm standar NATO buatan Belgia dengan sistem kontrol penembakan yang baru, sedangkan senapan mesin koaksial Soviet 7.62mm asli digantikan oleh senapan mesin FN MAG 7.62x51mm.

Meriam baru buatan Belgia ini dapat menembakkan berbagai amunisi termasuk peluru Armor-Piercing Fin-Stabilized Discarding Sabot (APFSDS), sementara sistem kontrol tembakan yang baru memungkinkan operasi siang dan malam dan meningkatkan akurasi. Pada bagian turret/kubah telah dilengkapi sistem stabilizer baru yang menjamin akurasi tembakan menggantikan sistem tua Uni Soviet dan sistem pemadam api terbaru telah dipasang.

PT-76 upgrade ini digerakkan dengan diesel Detroit Diesel 6V-92T baru yang menghasilkan tenaga 300 hp pada 2.100 rpm yang dipasangkan dengan transmisi aslinya. Sebuah alternator 24V baru, sistem pendingin dan listrik, dan modifikasi pada bahan bakar kendaraan, lambung knalpot dan dek atas juga termasuk dalam upgraden.

Baca Juga:  Indonesia Telah Putuskan Pembelian Pesawat Tempur Su-35

Saat mode amfibi, PT-76 didorong di dalam air pada kecepatan maksimum 9 km / jam disokong dua propeller air yang dipasang di bagian belakang lambung. Satu-satunya persiapan yang diperlukan sebelum memasuki air adalah dengan memasang baling-baling trim di bagian depan lambung dan menyalakan dua pompa lambung listrik. Pompa lambung kapal manual disediakan untuk penggunaan darurat.

Tangki cahaya PT-76 yang digunakan oleh Korps Marinir Indonesia, pada puncaknya ada 170 PT-76B yang beroperasi. Pada awal 2012, PT-76B tetap beroperasi di sejumlah negara salah satunya, Indonesia, di beberapa negara tank ini diupgrade dengan paket tenaga diesel baru dari NIMDA Israel dan senjata CMI Defense Belgia 90 mm. Perusahaan Indonesia PT Lumindo Artha Sejati dikontrak untuk melakukan pekerjaan itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Korps Marinir Indonesia telah menerima kendaraan tempur infanteri BMP-3F mereka juga mengoperasikan BTR-50, BTR-4M, BTR-80A, AMX-10P, BMP-2 dan kendaraan lapis baja LVTP-7A1.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan